Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejuaraan Dunia 2022: Rinov/Pitha Terbawa Permainan Lawan

Rinov Rinaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus terhenti di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2022 setelah dijegal Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China).
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 Agustus 2022  |  15:50 WIB
Kejuaraan Dunia 2022: Rinov/Pitha Terbawa Permainan Lawan
Rinov Rinaldy/Pitha Haningtyas Mentari di Indonesia Open 2022 - Bisnis/Akbar Evandio
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Rinov Rinaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus mengubur impiannya untuk menjuarai Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2022 setelah dijegal pasangan nomor empat dunia, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China).

Rinov/Pitha dibuat tak berkutik dengan kekalahan dua gim langsung, 16-21 dan 14-21 oleh wakil China tersebut sehingga Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang menjadi saksi bisu terhentinya laju dari ganda campuran Indonesia ini, Kamis (25/8/2022).

Rinov Rivaldy mengatakan bahwa sebenarnya permainan keduanya cukup normal pada pertandingan hari ini, tetapi dirinya mengakui harus bisa lebih menjaga pola permainannya bersama dengan Pitha.

Khususnya, dia melanjutkan tentang bagaimana cara konsisten mendapat poin, konsisten dengan pace mereka.

Penyebabnya, apabila melihat lawan, musuh tidak pernah hilang kecepatannya sehingga bisa terus membuat Rinov/Pitha tertekan.

"Ini Kejuaraan Dunia kedua kami dan hasilnya belum memuaskan tetapi kami minimal bisa mendapat pengalaman. Lawan Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping juga dulu poinnya jauh tapi hari ini bisa cukup melawan. Step by step," tutur Rinov Rinaldy lewat rilis PBSI, Kamis (25/8/2022).

Rinov mengaku kekalahan hari ini adalah untuk menjadikan motivasi mereka ke depannya harus lebih baik.

“Minggu depan di Japan Open kami bisa bertemu lagi dengan mereka, kami mau coba lagi,: katanya.

Pitha Haningtyas Mentari pun mengaku akan mengevaluasi pertandingan tersebut agar tidak mudah untuk mengikuti pola permainan lawan.

"Buat saya sendiri, sebagai pemain depan terlalu ikut pola lawan. Kadang bisa ngambil dua sampai tiga poin tapi setelah itu lupa bagaimana cari poinnya lagi," kata Pitha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top