Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Fakta Soal Ferrari Usai Juara F1 Bahrain 2022, Mulai Bangkit Habis Terpuruk 2 Tahun?

Dominasi para punggawa Tim Kuda Jingkrak di GP Bahrain 2022 ini merupakan momen langka yang dinantikan oleh para fans, terutama menilik prestasi tim merah yang melempem sepanjang dua tahun terakhir.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 22 Maret 2022  |  00:48 WIB
Pebalap tim Ferrari Charles Leclerc menjalani sesi kualifikasi Grand Prix Monako. (22/5/2021)./Antara - AFP
Pebalap tim Ferrari Charles Leclerc menjalani sesi kualifikasi Grand Prix Monako. (22/5/2021)./Antara - AFP

Bisnis.com, JAKARTA - Ajang pembuka musim Formula 1, Grand Prix Bahrain 2022 meneguhkan dominasi tim Scuderia Ferrari bersama kedua pembalapnya, Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr. yang berturut-turut berhasil merebut P1 dan P2.

Dalam balapan di Bahrain International Circuit, Minggu (20/3/2022) ini, Leclerc bukan hanya berhasil menjadi jawara, namun juga start dari pole position pada sesi kualifikasi dan merebut catatan lap tercepat DHL Fastest Lap Award dengan catatan waktu 1 menit 34,57 detik.

Adapun, Sainz yang start dari posisi ke-3 terbilang beruntung karena juara bertahan Max Verstappen (Oracle Red Bull Racing) yang sebenarnya sempat terus menekan dari posisi start runner-up, gagal finis karena mendapat gangguan teknis jelang akhir balapan.

Akhirnya, podium terakhir diisi oleh juara dunia 7 kali, Lewis Hamilton (Mercedes-AMG Petronas F1 Team) yang juga beruntung karena punggawa Red Bull lainnya, Sergio Perez yang pada awal balapan sebenarnya tampak kuat untuk terus bertahan di posisi ke-4, harus mengalami kendala mesin seperti rekan setimnya.

Berdasarkan statistik dan fakta yang dikumpulkan dari laman resmi F1 (formula1.com), dominasi para punggawa Tim Kuda Jingkrak di GP Bahrain 2022 ini merupakan momen langka yang dinantikan oleh para fans, terutama menilik prestasi tim merah yang melempem sepanjang dua tahun terakhir.

Finis 1-2 Lagi

Ketika debut bersama Ferrari pada 2019, Leclerc sebenarnya sempat mendapatkan paket kompetitif bersama seniornya saat itu, Sebastian Vettel yang saat ini telah hengkang ke Aston Martin Aramco Cognizant F1 Team.

Leclerc sempat menjadi jawara GP Belgia 2019 dan GP Italia 2019. Sementara itu, ketika Vettel memenangi GP Singapura 2019, Leclerc menjadi runner-up alias membawa Ferrari finis 1-2.

Nahas, sejak kemenangan terakhir itu, Ferrari tak pernah merasakan naik podium tertinggi lagi pada 2020 dan 2021, sampai akhirnya kembali finis 1-2 bersama Sainz yang baru bergabung dengan Ferrari di musim 2021.

Akhiri Paceklik Kemenangan

Berdasarkan statistik F1, dalam dua tahun masa terpuruk tersebut, tim pabrikan mobil asal Italia ini gagal menang selama 45 balapan.

Beruntung, Leclerc mengakhirinya saat ini, karena apabila harus menanti sampai 14 balapan lagi, Ferrari akan memecahkan rekor terpuruk tanpa kemenangan yang selama ini dimilikinya, yaitu era 1990-1994 alias sebelum periode bergabungnya sang legenda Michael Schumacher.

Penebusan Buat Leclerc

Mengingat lagi GP Bahrain 2019, Leclerc sebenarnya hampir mencetak kemenangan perdananya bersama Ferrari kala itu apabila tidak mendapatkan masalah teknis di beberapa lap terakhir.

Pria asal Monako ini akhirnya harus puas berada di P3 karena disusul duo Mercedes yang ketika itu diperkuat Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas (saat ini Alfa Romeo F1 Team Orlen). Padahal, Leclerc telah membuktikan kemampuannya karena berhasil merebut pole position dan fastest lap.

Namun, Leclerc sempat viral karena dibanjiri pujian dan ucapan semangat dari netizen media sosial di seluruh dunia kala itu. Bahkan, Hamilton yang menjadi juara mengakui bahwa Leclerc sebenarnya berhak memenangkan pertandingan.

Memimpin Sepanjang Pertandingan

Masa keterpurukan Ferrari yang dalam beberapa tahun belakangan tampak kalah saing dengan Mercedes dan Red Bull Racing juga tercermin dari catatan memimpin balapan sepanjang pertandingan, di mana Ferrari sudah lama tak menggenggam catatan ini.

Terakhir kali tim merah memimpin seluruh lap sepanjang balapan disumbang oleh Vettel pada GP Belgia 2018. Tiga tahun berlalu, Leclerc akhirnya membawa Ferrari memimpin setiap lap lagi.

Pada balapan kali ini, Max Verstappen tercatat sempat menekan dan beberapa kali menyusul di tikungan pertama karena kuatnya tarikan mesin Red Bull Powertrains yang tahun lalu dikembangkan Honda. Namun, Leclerc bisa langsung membalas Max yang tampak kesulitan mengarungi beberapa titik tikungan lain.

Tim Bermesin Ferrari Ikut Moncer

Berdasarkan hasil GP Bahrain 2022, tim-tim lain yang memakai power unit besutan Ferrari tampak mendominasi, yaitu Haas F1 Team dan Alfa Romeo F1 Team Orlen. Padahal, apabila menilik kembali era keterpurukan pabrikan Ferrari dua tahun ke belakang, kedua tim ini pun kesulitan mendapat poin dan hampir pasti finis paling buncit.

Haas bersama pembalap senior Kevin Magnussen merebut P5, sementara Mick Schumacher walaupun hanya mampu berada di P11, namun tampak kuat sebelum mobilnya kurang optimal karena disenggol pembalap lain. Alfa Romeo lewat Valtteri Bottas merebut P6, sementara pembalap debutan Guanyu Zhou merebut poin terakhir di P10.

Apabila dibandingkan dengan pabrikan mesin lain, Mercedes hanya mampu membawa tim intinya sendiri di P3 dan P4. Sementara tim bermesin Mercedes lain seperti Williams Racing, Aston Martin, bahkan McLaren berada di posisi belasan.

Adapun, pembalap BWT Alpine F1 Team yang bermesin Renault harus puas berada di P7 lewat Esteban Ocon dan P9 lewat pembalap senior Fernando Alonso.

Terakhir, tim bermesin Red Bull paling parah, di mana hanya Yuki Tsunoda (Scuderia AlphaTauri) yang berhasil merebut poin P8. Rekan setim Yuki, Pierre Gasly harus mogok di tengah jalan karena mesinnya terbakar. Sementara Max dan Sergio, seperti diketahui sama-sama mendapatkan gangguan teknis di akhir-akhir balapan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

formula 1 ferrari
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top