Tampil Mengecewakan di Tiga Turnamen, Herry IP Minta Fajar/Rian Perbaiki Mental

Dalam dua turnamen sebelumnya, Fajar/Rian juga terhenti di babak awal.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 05 Agustus 2019  |  23:14 WIB
Tampil Mengecewakan di Tiga Turnamen, Herry IP Minta Fajar/Rian Perbaiki Mental
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Rian Ardianto (kiri) berusaha mengembalikan kok ke ganda putra China Huang Kaixiang dan Liu Cheng pada babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Pasangan Fajar/Rian berhasil melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan pasangan Huang/Liu dengan skor 18-21, 21-14, 21-16. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Penampilan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang tengah menurun membuat Pelatih kepala ganda putra PBSI, Herry Iman Pierngadi berkomentar. Di Thailand Open 2019, Fajar/Rian terhenti di babak kedua dari ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 17-21, 19-21.

Dalam dua turnamen sebelumnya, Fajar/Rian juga terhenti di babak awal. Di Blibli Indonesia Open 2019, Fajar/Rian dikalahkan Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) di babak perempat final, dengan skor 19-21, 12-12. Pada kejuaraan Japan Open 2019, Fajar/Rian terhenti di babak kedua dari Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea), dengan skor 21-11, 12-21, 18-21.

Herry menuturkan bahwa permasalahan Fajar/Rian lebih mengarah ke ranah non-teknis.

"Fajar/Rian mentalnya harus diperbaiki, motivasi, mentalnya, istilahnya mentalnya harus dirombak total," kata Herry seperti dikutip dalam situs resmi PBSI, Senin (5/8/2019).

"Kalau soal beban persaingan menuju olimpiade, harusnya mereka nggak beban dong, kan mereka masih muda. Cara berpikirnya harus diubah, motivasinya ditambah," jelas Herry kepada Badmintonindonesia.org.

Saat ini Fajar/Rian yang ada di rangking tujuh dunia, tengah mengejar tiket Olimpiade Tokyo 2020. Indonesia hanya bisa mengirimkan maksimal dua pasangan ke olimpiade, jika wakil tersebut ada di peringkat delapan besar dunia.

Sedangkan saat ini sudah ada dua ganda putra yang peringkatnya lebih tinggi yaitu Kevin/Marcus di peringkat pertama dan Hendra/Ahsan di peringkat keempat dunia.

Sementara itu, dua wakil ganda putra Indonesia juga harus terhenti di babak pertama Thailand Open 2019. Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso dikalahkan Lee Yang/Wang Chi-Lin (Taiwan), dengan skor 18-21, 19-21.

"Wahyu/Ade sudah meningkat performance-nya sudah ada kemajuan dibanding sebelumnya. Cuma memang mereka masih butuh kesabaran, ketenangan. Kadang kalau lagi di permainan, ambil keputusan pola mainnya suka masih salah," ujar Herry.

"Kalau Berry/Hardi, dalam tiga turnamen ini nggak menampilkan performa terbaik, underperform sekali," lanjut Herry.

Penampilan Berry/Hardianto di tiga turnamen beruntun memang mengkhawatirkan. Pada kejuaraan Thailand Open 2019, Berry/Hardi dikalahkan Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia) di babak pertama, dengan skor 11-21, 10-21.

Di Japan Open 2019, Berry/Hardianto juga tersingkir di babak pertama dari ganda Thailand, Bodin Issara/Maneepong Jongjit, dengan skor 21-17, 19-21, 13-21. Sedangkan di babak pertama Blibli Indonesia Open 2019, Berry/Hardianto ditundukkan Choi Solgyu/Seo Seung Jae (Korea), dengan skor 21-17, 11-21, 20-22.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top