Indonesia Open 2019 Bisa Jadi Tolak Ukur Sebelum Olimpiade 2020

Ketua Umum PP PBSI Wiranto menilai turnamen Indonesia Open 2019 bisa menjadi tolak ukur para pemain jelang Olimpiade Tokyo 2020. Indonesia Open 2019 memang menjadi salah satu turnamen yang sudah masuk dalam penghitungan poin olimpiade.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  00:51 WIB
Indonesia Open 2019 Bisa Jadi Tolak Ukur Sebelum Olimpiade 2020
Wiranto - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum PP PBSI Wiranto menilai turnamen Indonesia Open 2019 bisa menjadi tolak ukur para pemain jelang Olimpiade Tokyo 2020. Indonesia Open 2019 memang menjadi salah satu turnamen yang sudah masuk dalam penghitungan poin olimpiade.

Tak heran jika di turnamen level Super 1000 ini, para pebulutangkis dunia akan berlomba-lomba untuk meraih gelar yang artinya akan menambah perolehan poin yang berpengaruh pada peringkat dunia mereka.

"Untuk penyelenggaraan, Indonesia dikenal sebagai tuan rumah yang baik. Selalu dapat acungan jempol atau pujian, seperti di Asian Games. Begitu juga Indonesia Open, banyak dapat pujian, well organized, para atlet asing pun sangat senang main di Indonesia karena penontonnya antusias dan fair, tepuk tangan untuk yang (main) bagus, bukan cuma pemain Indonesia," kata Wiranto dalam sambutannya di acara konferensi pers Blibli Indonesia Open 2019 di hotel Ritz Carlton.

"Ada kemajuan prestasi atlet bulutangkis Indonesia dalam event dunia, tapi belum menjamin kita mampu untuk terus menjuarai event-event dunia, seperti di Piala Sudirman 2019, belum membawa piala ke Indonesia, tapi kami menuju ke sana," tambah Wiranto.

"Event ini jadi tantangan, uji coba dan menentukan untuk olimpiade 2020. Di event ini bisa kelihatan, pemain mana yang akan diperhitungkan, kita mendoakan atlet-atlet kita dapat berprestasi terbaik," tutur Wiranto.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti mengemukakan bahwa tim Indonesia tengah menjalani latihan persiapan jelang BIO. Panjangnya jarak waktu antara BIO dan turnamen sebelumnya (Australia Open 2019), membuat pemain top level bisa memiliki waktu persiapan yang cukup.

"Persiapan cukup baik, ada waktu sebulan untuk persiapan. Kondisi atlet pun baik, kami berharap di BIO, para atlet bisa tampil maksimal, karena memang ini salah satu target kami, selain poinnya tinggi, BIO sudah masuk hitungan ke olimpiade," ucap Susy.

Susy juga menambahkan bahwa PBSI menargetkan satu gelar juara, peluang terbesar memang ada di nomor ganda putra lewat pasangan rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon). Ia berharap bisa mengulang sukses tahun lalu dimana Indonesia bisa merebut dua gelar juara dari ganda putra (Kevin/Marcus) dan ganda campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir).

Tahun ini, nomor andalan tak hanya ganda putra, tetapi juga ganda campuran dan tunggal putra. Susy pun berharap ganda putri dan tunggal putri bisa membuat kejutan dan mendapat hasil yang lebih baik dari tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top