Kevin Sanjaya Enggan Sesumbar, Ini Peluang Minions Pertahankan Gelar Indonesia Open 2019

Kali ini, Indonesia tampaknya masih bakal mengandalkan ganda putra untuk meraih gelar di Indonesia Open 2019. Kira-kira bagaimana peluang ganda putra Indonesia untuk meraih gelar ya.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  16:49 WIB
Kevin Sanjaya Enggan Sesumbar, Ini Peluang Minions Pertahankan Gelar Indonesia Open 2019
Kevin Sanjaya / Marcus Gideon. - BWF

Bisnis.com, JAKARTA -- Ganda Putra akan kembali menjadi andalan untuk meraih gelar di Indonesia Open 2019. Meskipun begitu, Kevin Sanjaya yang berpasangan dengan Marcus Gideon tidak mau terlalu sesumbar untuk memburu gelar, apalagi persaingan sektor ganda putra cukup merata dan ketat. 

Pemain Ganda Putra Indonesia Kevin Sanjaya mengatakan, dirinya yang berpasangan dengan Marcus Gideon berharap bisa mempertahankan gelar di Indonesia Open tahun ini.

"Target pribadi pastinya ingin pertahankan gelar, tetapi enggak mau langsung mau melihat terlalu jauh dulu.Nanti step by step saja," ujarnya dalam jumpa pers pada Rabu (26/6/2019).

Kevin juga menilai, persaingan di ganda putra saat ini cenderung merata.

"Ganda putra dunia saat ini memiliki kekuatan yang hampir sama," ujarnya.

Pada gelaran Indonesia Open yang dimulai pada 15 Juli 2019, Kevin/Marcus akan menghadapi ganda Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko di babak pertama.

Di atas kertas, Minions, julukan Kevin/Marcus, unggul jauh dari ganda Jepang tersebut. Dari sisi peringkat, Minions masih berada di peringkat pertama dunia, sedangkan Takuto/Yuki di peringkat ke-12.

Lalu, secara head to head, Minions juga unggul jauh 7-0 atas ganda Jepang tersebut.

Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Malaysia Open 2019 pada April 2019. Kala itu, Minions menang dalam dua set langsung 21-8, 21-19.

Meskipun begitu, pertemuan Minions dengan Takuto/Yuki di babak pertama ini seolah mengulang final Indonesia Open 2018. Kala itu Kevin/Marcus mampu menang cepat atas pasangan Jepang itu 21-13, 21-16 dalam 31 menit.

Pada babak perempat final, Kevin/Marcus berpotensi bertemu dengan pasangan Indonesia lainnya yakni, Berry Angriawan/Hardianto.

Namun, itu bisa terjadi jika Berry/Hardianto mampu mengandaskan unggulan kedelapan asal Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di babak pertama.

Tantangan lainnya datang dari pasangan baru China, Zhang Nan/Ou Xuan Yi, yang bisa bertemu Berry/Hardianto di babak kedua.

Minions juga berpotensi bertemu dengan unggulan ketiga asal China Li Jun Hui/Liu Yu Chen.

Dari sisi peringkat dan head to head Minions memang unggul, tetapi persaingan kedua pasangan ini selalu ketat.

Saat ini, Li/Liu berada di peringkat ketiga dunia. Dari segi head to head, Minions masih unggul 8-2 atas pasangan China tersebut.

Namun, pertemuan terakhir kedua pasangan terjadi pada akhir 2018 yakni, ketika World Tour Final 2018. Saat itu, Minions pun kalah dua set langsung 18-21, 22-24.

Peluang All Indonesian Final di Ganda Putra

Melihat hasil drawing ganda putra Indonesia Open 2019 membuat teringat hasil all Indonesian Final di Indonesia Master 2019. Kala itu, Minions berhadapan dengan Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan di final.

Kevin/Marcus pun menjadi kampiun setelah mengalahkan The Daddies, julukan Hendra/Ahsan, dua set langsung 21-17, 21-11.

Nah, pada Indonesia Open 2019, hal itu bisa saja terulang kembali. Pasalnya, hasil drawing menempatkan Minions berada di posisi yang berbeda dengan Hendra/Ahsan.

Di sisi Hendra/Ahsan, tantangan terkuat berasal dari ganda Jepang unggulan kelima Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dan Takeshi Kamuran/Keigo Sonoda selaku unggulan kedua.

Selain itu, The Daddies juga bisa menciptakan perang saudara di semi final jika Fajar Alfian/Rian Ardianto selaku unggulan keenam mampu mengandaskan lawan-lawannya.

Pada Indonesia Open 2018, Indonesia mampu meraih dua gelar yang berasal dari sektor ganda putra dan ganda campuran. Kala itu, ganda campuran Indonesia masih diperkuat oleh Liliyana Natsir. Kini, Butet, sapaan Liliyana, sudah gantung raket.

Kita tunggu saja aksi wakil Indonesia di turnamen yang digelar di Istora GBK tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pbsi

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top