Peluang Indonesia Lawan Taiwan di Perempat Final Piala Sudirman 2019

Indonesia bakal menghadapi Taiwan pada perempatfinal Piala Sudirman 2019. Bagaimana peluang Indonesia untuk bisa melenggang ke semi final?
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  14:02 WIB
Peluang Indonesia Lawan Taiwan di Perempat Final Piala Sudirman 2019
Praveen Jordan-Melati Daeva di ajang Piala Sudirman 2019 - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia berhasil lolos ke babak perempat final sebagai juara grup 1B di Piala Sudirman 2019. Pada babak perempat final, Indonesia akan berhadapan dengan Taiwan, bagaimana peluang tim Garuda tersebut?

Kekuatan utama Taiwan ada pada sektor tunggal. Di sektor itu, Taiwan memiliki Chou Tien Chen, tunggal putra peringkat 4 dunia, dan Tai Tzu Ying, tunggal putri peringkat 1 dunia.

Lalu, apakah pemain ganda Taiwan bisa dikalahkan dengan mudah oleh pemain Indonesia?

Sektor ganda Taiwan memang kurang menonjol. Namun, itu tidak berarti langkah Indonesia akan mudah.

Karakter pemain Taiwan ini bisa bermain di segala sektor. Misalnya, Pai Yu Po, tunggal putri peringkat 42 dunia itu bisa bermain di ganda putri dan ganda campuran.

Dia berpasangan dengan Wu Ti Jung yang kini berada di peringkatke-61 dunia.

Selain itu, ada Wang Chi Lin dan Lee Yang yang bisa bermain di dua sektor yakni, ganda putra dan ganda campuran. Hal itu membuat kombinasi Taiwan akan lebih variatif dan bisa mengejutkan pasangan ganda Indonesia.

Peforma Taiwan di Babak Awal Sudirman Cup 2019

Pada pertandingan pertama, Taiwan mencatatkan kemenangan 3-2 melawan Hong Kong.

Taiwan menyodorkan Line Up ganda putra Liao Min Chin/Su Ching Heng, tunggal putri Tai Tzu Ying, tunggal putra Chou Tien Chen, ganda putri Pai Yu Po/Wu Ti Jung, dan ganda campuran Wang Chi-Lin/Chang Ching Hui.

Taiwan langsung mendapatkan poin pertama setelah ganda peringkat 11 dunia itu mengalahkan ganda Hong kong Chung Yonny/Tam Chun Hei 21-14, 21-17. Kemenangan itu memperpanjang rekor kemenangan ganda Taiwan terhadap ganda Hong Kong peringkat 65 dunia menjadi 2-0.

Tai Tzu Ying, tunggal putri Taiwan Tai Tzu Ying, tunggal putri Taiwan yang juga peringkat 1 dunia./ BWF

Pada pertandingan kedua, Tai Tzu Ying sempat mendapatkan perlawanan cukup ketat dari Cheung Ngan Yi. Tunggal putri peringkat 1 dunia itu menang 18-21, 21-19, 21-8 atas tunggal putri Hong Kong tersebut.

Tai Tzu Ying pun memperpanjang daftar kemenangan atas tunggal Hong kong peringkat 31 dunia itu menjadi 9-0.

Chou Tien Chen juga mampu mengalahkan perlawanan NG Ka Long Angus, tunggal Hong Kong peringkat 15 dunia, dua set langsung 21-15, 21-15.

Namun, keperkasaan Taiwan tidak berlanjut pada sektor ganda putri dan ganda campuran.

Ganda putri Taiwan Pai Yu Po/Wu Ti Jing gagal mengalahkan Ng Wing Yung/Yeung Nga Ting setelah kalah 14-21, 11-21.

Begitu juga dengan ganda campuran Wang Chi Lin/Chang Ching Hui yang menyerah dari Tang Chun Man/Tse Ying Suet 21-17,16-21,14-21.

Ganda Putri dan Campuran Jadi Kelemahan Taiwan

Pada pertandingan kedua, Taiwan berhadapan dengan Korea Selatan yang merupakan unggulan 3/4, sama dengan posisi unggulan Indonesia. Melawan Negeri Gingseng, Taiwan kalah 2-3 dari Korea Selatan.

Taiwan sempat mengotak-atik line upnya. Pada sektor ganda putra, mereka mengandalkan pasangan Lee Yang/Wang Chi Lin yang merupakan peringkat ke-26 dunia.

Secara mengejutkan, Tai Tzu Ying kalah dari pemain muda Korea SelatanSecara mengejutkan, Tai Tzu Ying kalah dari pemain muda Korea Selatan./BWF

Lee Yang/Wang Chi Lin menang atas ganda Korea Selatan peringkat ke-46 dunia Choi Solgyu/Seo Seung Jae 21-15, 21-13.

Namun, secara mengejutkan, Tai Tzu Ying kandas di tangan Se Young An lewat pertandingan sengit 21-14, 18-21, 16-21. Padahal, Se Young An saat ini berada di peringkat ke-50 dunia.

Chou Tien Chen yang kembali dipilih mengawal tunggal putra Taiwan mampu mengalahkan Lee Dong Keun, tunggal Korea Selatan peringkat ke-26 dunia 21-12, 21-17.

Sayangnya, lagi-lagi sektor ganda putri dan ganda campuran bak menjadi lubang besar bagi tim Piala Sudirman Taiwan.

Chang Ching Hui/Yang Ching Tun harus kandas dua set langsung dari Chang Ye Na/Kong Hee Yong 13-21, 15-21. Lalu, ganda campuran Tseng min Hao/Hsieh Pei Shan harus kandas dari Seo Seng Jae/Chae Yujung 10-21, 18-21.

Peluang Indonesia

Indonesia bisa saja menang dengan skor 3-1 pada babak perempatfinal melawan Taiwan. Pasalnya, Indonesia unggul dari segi peringkat pada sektor ganda putra, putri, dan campuran.

Lalu, sektor tunggal putra masih bisa bersaing ketat dengan andalan Taiwan Chou Tien Chen. Hanya sektor tunggal putri yang bakal sulit menghadapi digdaya Tai Tzu Ying.

Namun, sebelum bermimpi ke sana, Indonesia perlu membenahi sektor ganda campuran yang masih belum memberikan poin sepanjang Piala Sudirman kali ini.

Indonesia memiliki dua ganda campuran peringkat ke-6 dan 7 dunia yakni, Hafiz Faizal/Gloria E. Widjaja dan Praveen Jordan/Melati Daeva O.

Praveen/Melati bisa menjadi andalan Indonesia di Babak Perempatfinal. / BWF

Namun, pada pertandingan pertama Praveen/Melati harus kandas dari pasangan Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock dalam dua set langsung 17-21, 18-21.

Lalu, Hafiz/Gloria sebagai ganda campuran dengan peringkat dunia tertinggi di Indonesia malah kandas oleh pasangan Denmark Mathias Christiansen/Sara Thygesen 17-21,11-21. Padahal, pasangan Denmark itu bukan pasangan murni atau baru dipasangkan ketika Piala Sudirman saat ini.

Adapun, ganda campuran Indonesia ketiga Tontowi Ahmad/Winny Oktavina K. masih belum mampu menunjukkan tajinya dalam beberapa pertandingan terakhir.

Tontowi, sebagai juru gedor, sudah tidak setajam beberapa tahun silam. Di sisi lain, permainan Winny masih butuh pengembangan lagi untuk meningkatkan rasio kemenangan.

Secara matematis, Hafiz/Gloria maupun Praveen/Melati punya peluang besar untuk melawan ganda campuran Taiwan.

Di sisi lain, ganda putri Indonesia Greysia Polli/Apriani Rahayu tampaknya lagi dalam peforma tertingginya. Apalagi, permainan penuh percaya diri ketika melawan pasangan Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen 21-18, 21-13.

Dari sektor ganda putra, Indonesia boleh percaya diri setelah membawa tiga pasang yakni, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan, dan Fajar Alfian/M. Rian Ardianto.

Untuk memastikan langkah ke semifinal, Indonesia bisa memasang Kevin/Marcus atau Hendra/Ahsan yang dari segi mental bertanding lebih kuat ketimbang Fajar/Rian yang kerap inkonsisten.

Kemudian, sektor tunggal Indonesia punya peluang besar untuk meraih poin.

Jika melihat secara head to head, Jonatan Christie mencatat clean sheet selalu menang melawan andalan Taiwan Chou Tien Chen 5-0. Pertemuan terakhir terjadi ketika Asian Games 2018.

Lalu, Anthony Ginting juga unggul secara head to head 5-4 atas Chou. Pertemuan terakhir dimenangkan oleh Ginting di Singapura Open.

Gregoria menjadi tunggal putri yang bisa diadu melawan Tai Tzu Ying. / BWFGregoria menjadi tunggal putri yang bisa diadu melawan Tai Tzu Ying. / BWF

Indonesia tidak perlu terlalu berharap pada sektor tunggal putri, tetapi tim Garuda bisa memasang Gregoria Mariska selaku tunggal putri dengan peringkat tertinggi.

Pertandingan melawan Tai Tzu Ying bisa menambah jam terbang pemain peringkat ke-15 dunia itu untuk menghadapi pemain papan atas dunia.

Indonesia akan berhadapan dengan Taiwan pada Jumat, 24 Mei 2019 Pukul 11 waktu setempat.

Apakah Indonesia bisa dengan mudah melenggang ke semi final?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
piala sudirman, marcus/kevin

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top