Niki Lauda Telah Tiada, Ini Kejayaannya di Sirkuit & Ranah Bisnis

Ini catatan kehebatan balapan dan bisnis legenda F1 Niki Lauda yang meninggal dunia dalam usia 70 tahun pada Senin (20/5/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  16:21 WIB
Niki Lauda Telah Tiada, Ini Kejayaannya di Sirkuit & Ranah Bisnis
Niki Lauda semasa jaya pada 1970-an. - Twitter@Simon Pagenaud

Bisnis.com, JAKARTA – Legenda Formula Satu, mantan pebalap Austria tiga kali juara dunia F1, Niki Lauda, meninggal dunia dalam usia 70 tahun pada Senin (20/5/2019).

Generasi sekarang mungkin tak banyak mengetahui siapa Niki Lauda, padahal sang legenda F1 ini memiliki catatan besar dalam sejarah F1. Inilah catatan-catatan sang legenda.

BIODATA

* Lahir di Wina, Austria, pada 22 Februari 1949.

* Membalap tanpa restu keluarga

* Mengawali karier sebagai pebalap Formula Dua pada 1971 bersama March Engineering.

KARIER FORMULA SATU

* Membalap bersama March (1971-1972) dan tim British Racing Motors (1973) sampai membuat Ferrari terkesan karena membalap dengan mobil yang tak bisa diandalkan.

* Dikontrak Ferrari pada 1974 dan finis keempat pada World Drivers' Championship dalam debut musimnya bersama tim Italia itu di mana dia memenangi balapan pertama di Grand Prix Spanyol.

* Menjuarai dua kejuaraan bersama Ferrari dalam tiga tahun kemudian (1975 dan 1977).

* Mengalami kecelakaan fatal pada Grand Prix Jerman 1976 setelah urung memboikot balapan karena alasan keamanan trek. Wajahnya terbakar parah dan paru-parunya rusak saat terjebak dalam kendaraannya yang tengah dilalap api.

* Kembali ke arena setelah absen pada dua balapan, tetapi tersisih dari takhta juara pada 1976 dengan selisih cuma satu poin dari musuh bebuyutannya James Hunt dari McLaren, setelah istirahat pada balapan terakhir di Jepang karena kondisi yang berbahaya.

* Membalap bersama Brabham, milik mantan bos F1 Bernie Ecclestone, dari 1978 sampai 1979 sebelum pensiun setelah dua musim tak berhasil.

* Kembali ke F1 pada 1982 bersama McLaren.

* Menjuarai gelar dunia ketiganya dan yang pertamanya untuk McLaren pada 1984 setelah mengalahkan rekan satu tim Alain Prost dengan selisih 0,5 poin, padahal Prost memenangi lebih banyak balapan.

* Musim 1985 adalah terakhir kalinya dia berstatus pebalap F1, pensiun dengan memenangi 25 Grand Prix.

* Dimasukkan ke International Motorsports Hall of Fame pada 1993.

KIPRAH MANAJEMEN & BISNIS

* Mendirikan maskapai Lauda Air pada 1979.

* Menjadi konsultan Ferrari pada 1993.

* Prinsipal tim Jaguar pada 2001 - 2002.

* Mendirikan Lauda Air, maskapai biaya murah Austria, pada 2003. Dia mempunya lesensi pilot komersial dan kadang menerbangkan sendiri jet Airbus maskapai ini.

* Diangkat sebagai kepala noneksekutif Mercedes sebelum musim 2013 dan terlibat dalam negosiasi kontrak Lewis Hamilton yang saat itu di ambang juara dunia empat kali bersama Mercedes.

* Mengakusisi lagi sebuah maskapai Austria pada 2016 dengan mengganti nama maskapai itu dengan Laudamotion.

* Anggota Dewan Direksi Mercedes AMG Powertrains.

* Penasihat khusus Direksi Daimler AG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
f1

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top