Ini Taktik Fajar/Rian yang Membuat Ganda Putra China Keok di Semifinal

Ini Taktik Fajar/Rian yang Membuat Ganda Putra China Keok di Semifinal
Andhika Anggoro Wening | 27 Agustus 2018 15:58 WIB
Fajar Alfian-Rian Ardianto - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto maju ke final ganda putra perorangan Asian Games 2018 setelah menundukkan Juara Dunia 2018, Li Junhui/Liu Yuchen (China), dengan skor 21-14, 19-21, 21-13.

Fajar/Rian tampil begitu baik di game pertama, sabetan-sabetan Fajar/Rian di depan net membuat Li/Liu tak dapat mengembangkan permainan. Sayangnya di game kedua, justru Fajar/Rian yang sulit mengungguli permainan depan net yang dijalankan Li/Liu. Dari awal permainan, Fajar/Rian selalu tertinggal dalam perolehan angka, pada kedudukan 11-11 mereka berhasil menyamakan. Keadaan sempat beberapa kali imbang pada kedudukan 17-17, 18-18 bahkan sampai 19-19. Namun dua poin krusial tak dapat dimanfaatkan pasangan Indonesia.

Keduanya mencoba untuk bangkit di game ketiga. Fajar/Rian kembali menguasai adu permainan depan dan no lob yang terus diinstruksikan sang pelatih, Herry Iman Pierngadi. Kedua hal ini memang menjadi kunci utama untuk meredam Li/Liu. Unggul jauh hingga 16-10, Fajar/Rian kian menebar tekanan ke Li/Liu, akhirnya tiket final pun berhasil digenggam.

"Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah, intinya bangga. Kalau sudah semifinal ini kan tanggung, doakan lagi, semoga besok bisa tampil baik lagi," kata Fajar, Senin (27/8/2018) di Stadion Istora Senayan.

"Koh Herry instruksikan tentang pola main, karena lawan badannya tinggi. Jadi jangan terlalu banyak angkat bola, banyak main bola-bola datar saja, supaya lawannnya kagok," sebutnya.

"Kami sudah siap dari awal, sudah banyak menekan lawan. Mereka kurang tampil maksimal, tidak seperti kemarin. Di game kedua kami banyak melakukan kesalahan di poin kritis," tambah Rian.

Dukungan orangtua yang menonton langsung di Istora ternyata menjadi salah satu penyemangat bagi Fajar/Rian.

"Ibu saya alhamdulillah dari kemarin sudah nonton langsung. Ibu saya habis ulang tahun, mudah-mudahan saya bisa memberikan kado yang terindah buat ibu," ucap Rian.

"Cari tiketnya susah, waktu beregu saja susah sekali carinya. Bapak saya tadinya mau nonton saja dari kamar hotel, tapi diusahakan cari-cari tiket dan ada, mudah-mudahan besok dapat tiket. Nazarnya kalau menang mau memberangkatkan haji kedua orang tua saya," kata Fajar. Rian pun mengatakan memiliki nazar yang sama.

Indonesia menciptakan partai all Indonesian final setelah pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menang atas Lee Yang/Lee Jhe-Huei (Taiwan).

Sumber : Badminton Indonesia

Tag : bulutangkis, asian games 2018
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top