Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Prakejuaraan Dunia Paralayang Didahului Mengheningkan Cipta Kemerdekaan Indonesia

Hari keempat Prakejuaraan Dunia Paragliding yang berlangsung di Pegunungan Matantimali, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah goal (titik pendaratan terakhir) di Desa Baluase, Kecamatan Dolo Barat, Sigi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Agustus 2016  |  10:39 WIB
Prakejuaraan Dunia Paralayang Didahului Mengheningkan Cipta Kemerdekaan Indonesia
Wisata Paralayang Wisatawan terbang menggunakan paralayang di kasawan Parangndok, Bantul, Yogyakarta, Selasa (6/1). Terbang mengunakan paralayang dengan tarif Rp. 350 ribu untuk sekali terbang bersama pemandu yang ditawarkan di kawasan itu menjadi daya tarik wisata tersendiri. - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hari keempat Prakejuaraan Dunia Paragliding yang berlangsung di Pegunungan Matantimali, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah goal (titik pendaratan terakhir) di Desa Baluase, Kecamatan Dolo Barat, Sigi.

Di hari keempat pertandingan, Rabu yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-71 Proklamasi Indonesia, para pilot lepas landas dari Desa Wayu, Marawola Barat pada ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut.

Sebelum terbang, para pilot terlebih dahulu mengheningkan cipta guna menghormatipara pahlawan nasional yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Sebanyak 115 atlet dari berbagai negara di dunia dan Indonesia, termasuk para atlet tuan rumah Sulawesi Tengah, semuanya terbang untuk meraih poin pada kejuaraan internasional yang akan berlangsung hingga 20 Agustus 2016.

Ketua Panitia Pelaksana Prakejuaraan Dunia Paralayang, Asgaf Umar, mengatakan, cuaca hari ini cukup bagus.

Para pilot lepas landas  dari lokasi paralayang Desa Wayu pada pukul 10.30 WITA.

Dia mengaku pada hari ketiga dengan titik pendaratan akhir di Lapangan Pacuan Kuda Desa Bora, Kecamatan Sigibiromaru banyak peserta yang gagal mendarat di lokasi sasaran yang telah ditetapkan panitia.

Hal itu karenakan kondisi angin yang tidak mendukung.

Pihak panitia berharap hari ini akan banyak atlet yang bisa mendarat sempurna di titik sasaran di Desa Baluase.

Prakejuaraan Dunia di Matantimali merupakan seri ke-3 dan seri terakhir akan berlangsung di Brasil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenpora aneka sport Asian Games 2018

Sumber : Antara

Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top