Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lewis Hamilton Dibayangi Ancaman Musim Terburuk di F1 2022

Pembalap Mercedes-AMG Petronas, Lewis Hamilton, terancam mengalami musim terburuk sepanjang kariernya di F1 2022.
Ilustrasi Bisnis.com
Ilustrasi Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pembalap Mercedes-AMG Petronas, Lewis Hamilton, terancam mengalami musim terburuk sepanjang kariernya di F1 2022.

Lewis Hamilton masih mengalami periode yang berat pada F1 musim 2022. Hingga seri ke-15, Hamilton belum meraih satu pun kemenangan.

Dengan sisa tujuh seri balapan sebelum musim ini berakhir, Lewis Hamilton terancam mendapatkan musim terburuk sepanjang kariernya.

Sejak debut di F1 pada 2007 bersama tim McLaren, Hamilton selalu bisa membukukan kemenangan setidaknya dalam satu seri.

Jika hingga musim ini berakhir Hamilton tak meraih kemenangan, maka ini akan menjadi yang terburuk bagi pengoleksi tujuh gelar juara dunia F1 itu.

Namun demikian, Hamilton mengaku tak masalah apabila musim ini ia tak bisa menduduki puncak podium sekali pun.

"Jujur, itu (meraih kemenangan di setiap musim) sama sekali tidak penting buat saya. Saya bersyukur bahwa sejak 2007 saya selalu diberi kesempatan untuk menang. Saya yakin kesempatan yang sama akan datang musim ini," kata Lewis Hamilton, dilansir dari Crash.

Hamilton sejatinya nyaris meraih kemenangan di Sirkuit Zandvoort pada F1 GP Belanda pekan lalu.

Hanya saja, kendala di pit stop membuat pembalap asal Inggris itu gagal mempertahankan posisinya sebagai pemimpin balapan.

Meski kecewa dengan hasil tersebut, tapi Hamilton masih puas dengan capaian yang ia raih sejauh ini.

"Kembali memenangi titel juara dunia masih menjadi target kami. Saya akan sangat bangga jika bisa mewujudkannya. Tapi, saat Anda bertambah tua, Anda menyadari bahwa perjalanan merupakan bagian paling penting, bagaimana Anda bisa membalap bersama orang-orang dipercayakan pada Anda," tuturnya.

Pada seri selanjutnya, F1 GP Italia, Hamilton akan start dari posisi paling belakang. Penyebabnya, ia mendapat penalti setelah menggunakan power unit baru melebihi kuota.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler