Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah Formula E: Berawal dari Goresan Serbet Kini Balapan Skala Internasional

Sejarah balap mobil listrik Formula E. Tujuannya mengusung nol emisi karbon ternyata berawal dari ide yang digoreskan di atas serbet
Faustina Prima Martha
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 04 Juni 2022  |  14:05 WIB
Sejarah Formula E: Berawal dari Goresan Serbet Kini Balapan Skala Internasional
FIA Formula E Gen2 - fia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ajang balap mobil listrik Formula E Jakarta digeral di Ancol, Jakarta hari ini, Sabtu (04/06/2022). Tahukah anda bahwa sejarah pertandingan balap yang mengusung nol emisi karbon ternyata berawal dari ide yang digoreskan di atas serbet? 

Formula E merupakan balapan mobil formula dengan kursi tunggal, seperti Formula 1, yang menggunakan kendaraan listrik. Awalnya, Presiden FIA Jean Todt dan seorang pengusaha Spanyol bernama Alejandro Agag bertukar pikiran mengenai ide perlombaan balapan mobil formula berbahan bakar listrik dalam sebuah restoran di Paris pada 3 Maret 2011.

Setelah berbincang panjang, ide untuk menggelar ajang balap mobil listrik pertama di dunia lantas mereka goreskan itu di atas selembar serbet.

“Sebagai seorang family man, saya ingin memberikan kontribusi untuk melestarikan dunia kita untuk generasi berikutnya. Mengingat perubahan iklim, Formula 1 tidak lagi tampak sesuai untuk zaman kita hidup sekarang. E-mobilitas, di sisi lain – itulah masa depan. Pada akhirnya, saya hanya harus mempraktikkan apa yang selalu saya yakini," jelas Agag dilansir dari situs resmi Formula E,  Sabtu (4/6/2022).

Misi awal para pendiri Formula E adalah menyajikan balapan di jalanan kota-kota paling ikonik di dunia. Selain menghadirkan pemandangan yang berbeda, Formula E juga diikuti para pembalap dan tim terbaik dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energi ramah lingkungan.

Sejak 2014, para pebalap dan timnya saling bersaing dengan mobil listrik di Beijing. Pembalap pada itu berlaga dengan mobil Spark-Renault SRT_01E, 10 tim dan 20 pembalap yang terdiri dari 3 tim pabrikan dan 7 privateer ikut serta dalam musim perdana Formula E. Mobil Formula E pertama ini memiliki daya 190 Kilowatt.

Karena keterbatasan teknologi baterai untuk mobil listrik saat itu, SRT_01E tidak mempunyai cukup cadangan energi untuk menyelesaikan keseluruhan balapan.

Generasi kedua mobil Formula E hadir pada musim 2018/2019 dengan daya mencapai 200 hingga 250 kW. Adapun generasi ketiga direncanakan hadir pada musim kesembilan yang akan berlangsung pada 2022/2023.

Tahun ini, balapan Formula E digelar di Indonesia. Tim-tim yang terlibat juga berganti sejak musim pertama. Beberapa tim yang masih ikut balapan Formula E sejak musim pertama hingga musim mendatang antara lain adalah Mahindra, Andretti, dan e.Dams.

Sejak musim balap 2020/2021, Formula E masuk dalam Kejuaraan Dunia FIA, dan membuatnya menjadi balapan kursi tunggal pertama setelah Formula 1 yang menghadirkan status juara dunia bagi pemenangnya.

Dalam sejarah penyelenggaraan Formula E ada juga pembalap-pembalap terknal dari Formula 1 seperti Felipe Massa, Stoffel Vandoorne, Pascal Wehrlein, dan Jacques Villeneuve.

Dengan fokus sistematisnya pada e-mobilitas, Formula E saat ini dianggap seri motorsport paling penting di dunia dan tentu saja paling inovatif. Meningkatnya jumlah penggemar dan meningkatnya keterlibatan produsen mobil paling terkemuka adalah buktinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

balap mobil Formula E
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top