Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Kekuatan Tim Bulu Tangkis China Merosot Drastis

Bahkan tunggal dan ganda putra China kini tidak lagi punya pemain aktif yang berada di rangking 10 besar dunia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 April 2022  |  11:23 WIB
Ini Penyebab Kekuatan Tim Bulu Tangkis China Merosot Drastis
Chen Long - english.cri.cn
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Asosiasi Badminton China (CBA) Zhang Jun blak-blakan mengenai kemerosotan kekuatan tim Negeri Tirai Bambu yang sangat parah.

Bahkan tunggal dan ganda putra China kini tidak lagi punya pemain aktif yang berada di rangking 10 besar dunia.

Di tunggal putra, Chen Long, yang saat ini berada di peringkat enam dunia, telah memasuki masa pensiun. Ia diperkirakan absen pada tahun 2022 karena perkara cedera.

Hal serupa juga dialami oleh Shi Yuqi, yang kini bertengger di peringkat 16 dunia. Ia masih menjalani pemulihan cedera dan absen dari berbagai turnamen sejak terakhir tampil di Piala Thomas 2020 di Denmark tahun lalu.

Hal tersebut membuat China, selama Chen dan Shi absen, tidak memiliki tunggal putra yang berada di posisi 20 besar. Pemain terbaik mereka adalah Lu Guang Zu, yang berada di ranking 25, dan Zhao Jun Peng di peringkat 37.

Zhang kemudian menyebut ganda putra adalah sektor yang paling mengkhawatirkan untuk saat ini. Pasalnya, setelah Li Jun Hui pensiun tahun lalu, Zhang merasa bahwa China tidak lagi memiliki ganda putra di posisi Top 50. "Tim pelatih tengah fokus pada ganda putra tetapi pertumbuhan para pemain muda terlalu lambat," kata Zhang dikutip dari Oriental Daily.

"Hal tersebut membuat mereka sulit berkompetisi ketika bertemu dengan lawan di kejuaraan level atas. Jadi, saat ini tidak ada pasangan China dalam top 50 ganda putra dunia. Mereka telah kehilangan dominasinya," ujar dia menambahkan.

Sebenarnya, saat ini He Ji Ting / Tan Qiang menjadi ganda putra terbaik China. Namun, ganda peringkat 18 dunia itu sedang berada dalam pengawasan BWF terkait pelanggaran etika di Fuzhou China Open 2018 hingga awal tahun depan.

Nasib berbeda terjadi di sektor putri. Zhang mengakui bahwa tunggal putri masih memiliki Chen Yu Fei dan He Bing Jiao yang cukup konsisten. Namun, ia menilai persaingan sektor tunggal putri lebih ketat dari perkiraan. Alhasil, menurut dia, sangat sulit memprediksi siapa yang akan memenangi kejuaraan.

Hanya ganda putri dan ganda campuran yang menurut Zhang cukup stabil dalam beberapa tahun terakhir. Kekuatan Chen Qing Chen / Jia Yi Fan terbukti masih mampu menaklukkan berbagai turnamen kelas dunia di sektor ganda putri.

Di nomor ganda campuran, Wang Yi Lyu / Huang Dong Ping masih mendominasi. Sedangkan, pasangan Zheng Si Wei / Huang Ya Qiong yang telah resmi berpisah pun masih berpeluang untuk rujuk tergantung kondisi persaingan bulu tangkis dunia di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top