Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BWF Rilis Daftar Atlet yang Masuk Komisi Atlet Bulutangkis, Indonesia Masuk?

Para atlet bulutangkis yang terpilih akan mewakili para pemain sebagai penghubung resmi dengan BWF.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 03 Februari 2022  |  09:53 WIB
Greysia Polii, atlet bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Tokyo - IG Greysia Polii
Greysia Polii, atlet bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Tokyo - IG Greysia Polii

Bisnis.com, JAKARTA -- Federasi Bulutangkis Dunia (Badminton World Federation/BWF) resmi merilis daftar atlet yang termasuk ke dalam Komisi Atlet Bulutangkis periode 2021-2025.

Para atlet yang terpilih akan mewakili para pemain sebagai penghubung resmi dengan BWF. Adapun, di antara enam atlet dalam Komisi Atlet, terdapat satu nama dari Indonesia, yaitu Greysia Polii.

Selain Greysia Polii, kelima pemain lain yang masuk ke dalam daftar tersebut adalah Iris Wang (Amerika Serikat), Robin Tabeling (Belanda), Kim So-yeong (Korea Selatan), Pusarla V. Sindhu (India) dan Zheng Siwei (China).

Sekadar informasi pemilihan Komisi Atlet BWF dilakukan pada 17 Desember 2021 atau di sela-sela perhelatan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021 di Huelva, Spanyol.

Greysia jadi atlet dengan jumlah perolehan suara kedua terbanyak, yakni 126. Posisi pertama diraih wakil Amerika Serikat, Iris Wang, dengan 136 suara.

Untuk diketahui, Greysia Polii yang saat ini berada di peringkat enam dunia bukanlah pebulutangkis sembarangan. Selain meraih medali emas di Olimpiade 2020, dirinya juga mencatatkan sejumlah prestasi salah satunya tiga medali perunggu di Kejuaraan Dunia pada 2015, 2018, dan 2019.

Greysia Polii pun mengaku bertekad ingin membantu sesama pemain bulutangkis, agar bisa melebarkan sayapnya di kancah internasional.

“Saya ingin membantu rekan-rekan pemain saya untuk mencapai impian mereka dan membantu mereka dengan permintaan mereka untuk bersaing di sirkuit internasional,”ujar Greysia, dikutip melalui situs resmi BWF, Kamis (3/2/2022).

Dikutip dari situs resmi BWF, Komisi Atlet bertugas sebagai penghubung resmi antara para pemain dengan BWF, mewakili hak dan kepentingan pemain dengan BWF, sehingga pendapat atlet bisa didengar.

Komisi Atlet juga bertugas menjaga kontak dan hubungan baik dengan Komisi Atlet IOC dan secara proaktif mempertimbangkan masalah yang berkaitan dengan pemain.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemain untuk dapat dipilih menjadi anggota Komisi Atlet BWF. Pertama, mereka adalah pemain aktif yang berada di 200 peringkat dunia teratas pada periode waktu tertentu.

Sementara untuk yang sudah pensiun, tetap bisa jadi anggota Komisi Atlet. Syaratnya, pernah berkompetisi setidaknya pada Olimpiade atau Kejuaraan Dunia dan mencapai peringkat dunia 50 atau lebih baik.

Pemain yang ingin menjadi anggota Komisi Atlet harus berusia 18 tahun ke atas, memiliki reputasi yang baik dengan asosiasi mereka, serta tidak menjalani masa tidak memenuhi syarat berdasarkan Statuta BWF.

Ketua Komisi Atlet adalah anggota voting dewan dan memiliki tanggung jawab untuk memberi nasihat kepada komite dan dewan mengenai hal-hal yang relevan dengan permasalahan atlet.

Ketua Komisi Atlet memiliki tambahan tanggung jawab untuk menjaga Dewan BWF secara teratur, mendapat informasi tentang pendapat pemain tentang aturan dan peraturan, branding dan pemasaran, sponsorship, dan lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis bwf Greysia/Apriyani
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top