Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WSBK Mandalika: Asa Galang Hendra Pratama Tampil di Hadapan Publik Sendiri

Galang Hendra Pratama menjadi pembalap Indonesia yang bakal tampil pada ajang World Superbike atau WSBK 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 19-20 November 2021.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 November 2021  |  19:59 WIB
Foto udara pembangunan lintasan Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, NTB. - Istimewa
Foto udara pembangunan lintasan Mandalika International Street Circuit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, NTB. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Galang Hendra Pratama menjadi pembalap Indonesia yang bakal tampil pada ajang World Superbike atau WSBK 2021 di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 19-20 November 2021. Pembalap Ten Kate Racing Yamaha itu punya misi untuk memperbaiki posisinya di klasemen pembalap.

Ia masih berada di peringkat ke-21 di klasemen sementara kelas 600cc dengan 24 poin. Bermain di rumah sendiri, ia berharap bisa finis di 10 besar dan mampu memperbaiki posisinya di klasemen akhir WorldSSP 2021. "Kesempatan ini sudah saya tunggu-tunggu sejak tiga tahun terakhir, semoga saya bisa masuk 10 besar di rumah sendiri," ujar Galang kepada Tempo pada Kamis (11/11/2021).

Dalam ajang World Superbike, Galang mengisi kekosongan selama 11 tahun ketiadaan pembalap Indonesia yang berlomba di ajang tersebut. Pembalap Indonesia terakhir berlaga di Superbike adalah Doni Tata Pradita pada tahun 2009.

Lahir di Yogyakarta, 10 Maret 1999, Galang mewarisi rasa cinta pada motor dari kedua orang tuanya. Ia telah meniti karier di dunia balap motor sejak belia. Ia mendapat ilmu langsung dari ayah dan ibunya yang juga seorang mantan pembalap di tingkat nasional.

"Sebelum saya lahir, ibu dan ayah saya juga balapan. Sampai tahun 2010, saya masih sering menonton ayah saya balapan, tapi ibu saya berhenti ketika saya masih berusia tiga tahun," ujar Galang menceritakan pertama kali mengenal balap motor.

Galang tak langsung turun di ajang superbike. Ia berkompetisi di arena motocross terlebih dahulu sebelum beralih ke kancah balap motor underbone yang populer di Asia Tenggara. Setelahnya, ia pun bergabung dengan Yamaha Racing Indonesia di Asean Cup Race. Ia keluar sebagai runner up di kejuaraan tersebut.

"Saya berkompetisi di kejuaraan-kejuaraan motocross saat berusia 5-9 tahun, kemudian saya memulai karier di ajang road race. Saya ikut ajang-ajang balap lokal dan kejuaraan nasional underbone 125cc, begitu juga seri one-make race Yamaha pada 2011-2015," kata dia.

Pada 2016, Galang masih sempat berkompetisi di level lokal. Namun, ia bergabung pada Yamaha Racing Indonesia untuk ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) pada tahun 2017. "Saya merupakan bagian dari Yamaha Racing Indonesia dan turun di kelas 250cc Asia Road Racing Championship (ARRC) dengan motor YZF-R25," kata pembalap berusia 22 tahun ini.

Kiprah Galang sebagai pembalap berpotensi mulai terlihat pada tahun 2016. Ia mulai bersaing di kawasan Eropa. Galang jadi salah satu dari beberapa pembalap Asia yang dipanggil Yamaha Motor Europe untuk menjalani Yamaha Master Camp VR46, yakni pelatihan bersama akademi balap Valentino Rossi, VR46 Riders Academy, di Tavullia, Italia.

Performanya di Motor Ranch, yakni flat track pribadi milik Valentino Rossi, membuat Galang dihadiahi fasilitas wildcard di World Supersport 300 (WorldSSP 300) pada 2017, yakni di Sirkuit Portimao, Portugal. Meski gagal finis, mendapat kesempatan tampil di kejuaraan itu bagaikan impian yang menjadi kenyataan untuknya.

"Saat tiba dalam balapan WorldSSP 300 di Portugal, berada di sana saja rasanya seperti mimpi. Lompat dari 250cc ke 300cc tidak terlalu sulit, bedanya ada di regulasi. Di Asia, Anda bisa mengubah banyak perangkat, dari camshaft, swingarm, pada dasarnya kejuaraan semi-tuned-up," ujar Galang.

"Tapi di Supersport, saya butuh waktu untuk mempelajarinya dari FP1 dan FP2. Bahkan dalam balapan saya masih harus mencari kemajuan besar. Sayangnya, di Portimao saya mengalami masalah teknis, tetapi masih diberi kesempatan kedua di Jerez," kata dia melanjutkan.

Masih membela MotoXRacing, Galang kembali turun sebagai rider wildcard WorldSSP 300 di Jerez, Spanyol. Ia pun sukses menggoreskan sejarah baru dengan menjadi pembalap Indonesia pertama yang memenangi balapan di kejuaraan level dunia usai membekuk Marc Garcia dan Alfonso Coppola.

"Dalam wildcard kedua di Jerez, saya percaya diri karena kala itu saya baru menjuarai kelas AP250 ARRC di Madras, India. Jadi saya coba bekerja sebaik mungkin. Target saya hanya poin, finis di posisi 15 besar. Tapi saya juga lihat peluang bertarung dengan grup terdepan. Saya menyerang tiap lap, tiap tikungan, dan tetap fokus pada kemenangan sampai garis finis," kata dia.

Berkat performanya yang gemilang ini, Galang pun mendapatkan kepercayaan dari MotoXRacing. Sekali lagi, ia mengendarai Yamaha untuk turun semusim penuh di WorldSSP 300 pada 2018. Setelah dua tahun berjibaku di WorldSSP 300, Galang pun naik ke kelas WorldSSP dengan motor berkapasitas 600cc.

Galang dinaungi tim Blu Cru WorldSSP by MS Racing. Tim ini merupakan ekspansi sekaligus lanjutan dari program pengembangan pebalap muda Yamaha menuju WorldSBK. Kini, ia memenuhi mimpinya untuk tampil di hadapan publik sendiri saat tampil di seri WSBK Mandalika.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MotoGP mandalika

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top