Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Final Piala Thomas 2021 Hadapi China Tanpa Marcus Gideon, Ini Alasan Pelatih Indonesia

Final Piala Thomas 2021 berlanjung di Denmark akan mempertandingkan Indonesia menghadapi China. Partai ini sangat penting bagi Indonesia karena 2002 tidak pernah lagi memenangkan Piala Thomas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Oktober 2021  |  18:36 WIB
Final Piala Thomas 2021 Hadapi China Tanpa Marcus Gideon, Ini Alasan Pelatih Indonesia
Pasangan ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Gideon yang mengalahkan pasangan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmus pada babak semifinal Thomas Cup 2020, Sabtu (16/10 - 2021) / Twitter @INABadminton\\r\\n
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Final Piala Thomas 2021, Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Shesar Hiren Rhustavito (Vito) pada tunggal putra.

Sedangkan pada nomor ganda pada pertandingan beregu penentuan melawan China itu, Indonesia menurunkan Fajar Alfian - M. Rian Ardianto sebagai ganda pertama dengan Kevin Sanjaya-Daniel Marthin pada ganda kedua.

Lalu kemana Marcus Fernaldi Gideon yang selalu mendampingi Kevin dalam menciptakan sejarah bulu tangkis Tanah Air? Pelatih kepala ganda putra PP PBSI Herry Iman Pierngadi angkar bicara alasan tidak menurunkan Marcus Fernaldi Gideon dalam laga final Piala Thomas yang tengah berlangsung ini. Minggu (17/10/2021), pukul 18.00 WIB.

Dilansir Antara, Herry mengatakan kondisi Marcus saat ini tidak bugar untuk dimainkan di partai puncak. Usai laga semifinal melawan Denmark, Sabtu (16/10) kondisi Marcus sudah terlihat sangat lelah.

Selain itu, kecepatan kakinya pun dinilai kurang mendukung untuk laga final ini. Tak heran, saat melawan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmus, Marcus lebih banyak bermain di depan.

"Kondisi Marcus sudah capek berat. Waktu 24 jam istirahat tidak cukup untuk recovery. Tenaganya sudah habis. Ibarat mobil, tangki bahan bakarnya mungkin cuma isi setengah. Tidak cukup untuk main final yang menuntut kesiapan stamina yang penuh. Selain itu, kakinya juga sudah kurang cepat," kata Herry.

Sebagai gantinya, sambung dia, Kevin Sanjaya Sukamuljo akan dipasangkan dengan Daniel Marthin, yang sebelumnya sempat berpasangan dengan Mohammad Ahsan saat melawan Taiwan di babak penyisihan grup.

Di partai final nanti, Kevin/Daniel akan tampil sebagai ganda putra kedua. Sementara Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menjadi ganda pertama.

"Saat mencari pasangan Kevin, saya lihat, baik Hendra Setiawan maupun Ahsan tidak siap untuk dipasangkan dengan pemain lain, belum maksimal. Lalu, saya minta Kevin untuk memilih pasangannya sendiri, dan dia memilih Daniel," jelas Herry.

Di mata sang pelatih, Kevin dan Daniel sangat cocok dari segi permainan. Kevin bertindak sebagai playmaker, sedangkan Daniel bisa menjaga dan memukul shuttlecock dari belakang.

"Kevin dan Daniel cocok juga dari pola permainan. Apalagi waktu mendampingi Ahsan, Daniel mainnya bagus," ungkap Herry.

Berikut susunan pertandingan pemain Indonesia vs China pada babak final Piala Thomas, Minggu, pukul 18.00 WIB.

Tunggal putra 1
Anthony Sinisuka Ginting vs Lu Guang Zu

Ganda putra 1
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs He Ji Ting/Zhou Hao Dong

Tunggal putra 2
Jonatan Christie vs Li Shi Feng

Ganda putra 2
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Daniel Marthin vs Liu Cheng/Wang Yi Lyu

Tunggal putra 3
Shesar Hiren Rhustavito vs Weng Hong Yang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

streaming piala thomas

Sumber : Antara

Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top