Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh! Buntut Kasus All England, Pengurus BWF Dapat Ancaman Pembunuhan

Dalam unggahan tersebut memperlihatkan seseorang mengirimkan dua pesan kepada BWF di hari yang sama. Pada pesan pertama, sang pengirim menyatakan bakal membunuh orang-orang BWF.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  19:37 WIB
Ancaman pembunuhan ke pengurus BWF - Instagram
Ancaman pembunuhan ke pengurus BWF - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Federasi Buli Tangkis Dunia (BWF) mendapatkan ancaman pembunuhan terkait dengan insiden mundurnya kontingen Indonesia dari All England 2021. Ancaman itu diunggah akun BWF melalui fitur instastory.

Dalam unggahan tersebut memperlihatkan seseorang mengirimkan dua pesan kepada BWF di hari yang sama. Pada pesan pertama, sang pengirim menyatakan bakal membunuh orang-orang BWF.

Sang pengirim juga meminta BWF mengirimkan video permintaan maaf terkait kejadian (All England) dengan kembali melontarkan ancaman pembunuhan. Dalam pesan kedua, si pengirim pesan mengancam bakal mengirimkan teroris.

"Tidak bagus, hal seperti ini tidak bagus," tulis akun Instagram BWF dalam unggahannya, Selasa (23/3/2021).

Dua pesan tersebut diduga berkaitan dengan insiden dipaksa mundurnya kontingen Indonesia dari ajang All England. Mereka diminta mundur karena dalam perjalanan menuju Inggris dinyatakan satu pesawat dengan orang yang kemudian dinyatakan positif Covid-19.

Aturan di Inggris mengharuskan semua orang yang satu pesawat dengan pasien positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Tim badminton Indonesia tidak punya kesempatan untuk pengajuan tes ulang sebagai pembuktian kondisi kesehatan mereka. BWF juga tak bisa banyak membantu.

Sejumlah pebulutangkis Indonesia yang telah bermain pada babak pertama dan menang pun akhirnya dinyatakan kalah.

Tim badminton Indonesia akhirnya tak perlu menjalani isolasi 10 hari setelah desakan kuat dari pihak Indonesia melalui Dubes Desra Percaya. Tim badminton Indonesia pulang dan tiba di tanah air pada Senin malam kemarin. Sebelum pulang, rombongan Indonesia sempat menjalani tes swab PCR dengan hasil semuanya negatif.

Presiden BWF Poul-Erik Hoyer Larsen pun telah melayangkan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia perihal insiden mundurnya tim Indonesia dari ajang All England 2021. Permintaan maaf itu disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

"Saya dengan tulus meminta maaf atas kesulitan dan kekecewaan yang ditimbulkan kepada para pemain dan tim Indonesia. Atas nama seluruh keluarga BWF, saya mohon maaf kepada Bapak Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Luar Negeri, Duta Besar untuk Inggris Raya, pejabat pemerintah, presiden PBSI dan rakyat Indonesia, serta khususnya komunitas dan basis penggemar bulutangkis Indonesia yang lebih luas," tulis Poul-Erik dalam suratnya.

BWF, kata dia, menyadari sepenuhnya bahwa Indonesia adalah salah satu negara raksasa bulu tangkis dunia. Menurut Poul, Indonesia adalah negara yang telah banyak melahirkan bintang bulu tangkis berbakat dan kelas dunia yang dihasilkan. Indonesia pun dipastikan kehilangan gelar pada ajang All England 2021. Padahal pada tahun lalu tim Indonesia masih meraih gelar juara dari pasangan ganda campuran Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top