Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sebagian Besar Warga Jepang Tertarik Olimpiade, Tapi Takut Pandemi

Sebagian besar warga Jepang disebutkan tertarik dengan negara mereka menjadi ntuan rumah Olimpiade, tetapi mereka khawatir terhadap pandemi Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  13:43 WIB
Logo Olimpiade terlihat di salah satu bagian Kota Tokyo, Jepang. - Bloomberg
Logo Olimpiade terlihat di salah satu bagian Kota Tokyo, Jepang. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagian besar warga Jepang mengaku "tertarik pada Olimpiade," meski 58 persen tidak ingin ajang olahraga tersebut digelar tahun ini karena khawatir akan pandemi Covid-19, menurut survei yang dilakukan Yomiuri Shimbun.

Dalam survei pada 18 Januari hingga 25 Februari, ketika sebagian besar negara tetap dalam keadaan darurat virus corona, 30 persen responden mengaku "sangat tertarik" pada Olimpiade dan 40 persen "agak tertarik."

Namun, kekhawatiran atas dampak infeksi virus corona membuat sebagian besar menentang untuk mengadakan acara tersebut tahun ini. Meskipun 58 persen tertarik dengan acara olahraga itu, angka tersebut sekitar 20 persen lebih rendah dibandingkan survei sebelumnya.

Jika Olimpiade berjalan sesuai jadwal, menurut survei media tersebut, 91 persen responden mengatakan penonton harus dibatasi atau tidak diizinkan sama sekali.

Olimpiade Tokyo ditunda tahun lalu karena pandemi dan dijadwalkan ulang pada tahun ini mulai 23 Juli.

Meskipun jumlah infeksi virus corona di Jepang rendah dibandingkan dengan Amerika Serikat dan banyak negara Eropa, wilayah metropolitan Tokyo tetap dalam keadaan darurat, dengan diberlakukan pembatasan jumlah penonton untuk acara olahraga dan budaya, serta waktu tutup untuk bar dan restoran. Jepang juga masih tertutup untuk orang asing non-residen.

Sementara itu, survei yang dilakukan Reuters, yang diterbitkan bulan lalu, menunjukkan hampir dua pertiga perusahaan Jepang juga menentang penyelenggaraan Olimpiade sesuai dengan rencana, berubah dari survei sebelumnya yang menunjukkan dukungan paling banyak.

Jepang mengonfirmasi 431.250 kasus virus corona dan 7.931 kematian pada Senin (1/3). Media lokal, Selasa (2/3), malam memberitakan bahwa Tokyo dan tiga prefektur tetangga akan meminta pemerintah untuk memperpanjang keadaan darurat sekitar 2 pekan, setelah dijadwalkan berakhir pada 7 Maret.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Olimpiade 2020 Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top