Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tes Usap PCR di Bangkok, Ahsan: Nyolok Hidungnya Tidak Pakai Perasaan

Fajar Alfian yang berpasangan dengan Rian Ardianto di sektor ganda putra juga mengaku kurang nyaman saat menjalani tes swab.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  19:39 WIB
Ganda putra, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan - Badminton Indonesia
Ganda putra, Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Para pemain bulu tangkis Indonesia yang mengikuti tiga turnamen Leg Asia di Bangkok, Thailand, kembali melakukan swab test PCR. Tes terakhir dijalani hari Kamis, 7 Januari 2021, setelah mereka berlatih pada sesi pagi.

Menurut para pemain, tes kedua ini terasa lebih menakutkan dan menegangkan bahkan aat melakukan proses tes, tenaga kesehatan setempat dinilai "kurang berperasaan" terhadap pemain.

Tes sebelumnya dilakukan saat para pemain dan tim pendukung ketika masuk Hotel Novotel Bangkok Impact, Senin, 4 Januari. Seperti pada tes pertama, hasilnya negatif.

"Menyangkut hal tes, kalau tidak ada keterangan dari panitia, itu berarti hasilnya negatif dan tidak perlu dikhawatirkan," tutur Bambang Roedyanto, Kabid Luar Negeri PP PBSI dalam keterangan resmi PBSI, Jumat (8/1/2021).

Berdasarkan rilis panitia, paling tidak selama tinggal di "gelembung" di Bangkok, pemain, pelatih, dan tim pendukung akan menjalani delapan kali tes. Tes selanjutnya bakal dijalani pada tanggal 11 Januari. Lalu, menyusul tanggal 15, 18, 22, 26, dan 30 Januari.

"Proses tes swab kali ini, nyoloknya seperti tidak memakai perasaan," lapor Mohammad Ahsan dari Bangkok. "Hidung saya sudah ngilu-ngilu rasanya," tambah pemain ganda ini yang dihitung sudah 10 kali melakukan tes usap, termasuk tes usap mandiri yang dilakukannya.

Fajar Alfian yang berpasangan dengan Rian Ardianto di sektor ganda putra juga mengaku kurang nyaman saat menjalani tes swab.

"Memang rasanya sih sama saja karena sudah terbiasa swab. Tetapi swab yang kedua di sini dalem banget. Saya sampai pusing kepala. Beda dengan swab di Indonesia," papar Fajar.

Sementara Hendra Setiawan menyebut, meski makin terbiasa mengikuti tes usap, dirinya tetap mengaku tegang, terutama menunggu hasilnya. Hanya, karena hal tersebut sudah merupakan regulasi yang harus dijalani, dirinya pun tidak mempersoalkan berbagai tes usap yang ada.

"Ya sekarang, harus dibawa enjoy saja sih. Itu memang sudah konsekuensi saya ikut ke sini. Jadi sudah harus siap. Dicolok hidung itu, rasanya enak, kok. Hahaha," canda Hendra yang sudah enam kali mengikuti tes usap, termasuk di Tanah Air.

"Saya sudah terbiasa mengikuti tes usap. Cuma tes di Thailand ini berbeda. Di sini, lebih sakit rasanya," komentar Pramudya Kusumawardana, pemain ganda putra.

"Sepertinya, orang petugas kesehatan di Bangkok tidak punya hati. Kalau nusuknya sakit sekali," timpal Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, partner Pramudya.

Dituturkan pelatih Eng Hian, dirinya secara jujur memang kurang nyaman dengan berbagai tes usap yang harus dijalani. Tetapi memang seperti ini regulasi yang ditetapkan panitia, mau tidak mau ya harus mengikutinya.

"Tes usap ini kan wajib. Walaupun sebetulnya tidak nyaman, tetapi tetap harus dijalani. Toh semua itu juga untuk kepentingan diri kita sendiri," sebut Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis

Sumber : PBSI

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top