Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Motornya Kurang Cepat, Dovizioso Mulai Pesimis Bisa Juara MotoGP Tahun ini

Setelah menempati urutan ke-13 di MotoGP Teruel, Minggu lalu, Andrea Dovizioso mengaku pesimis dengan kecepatan motornya untuk mengejar target juara MotoGP 2020.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  17:30 WIB
Andrea Dovizioso - Reuters/Issei Kato
Andrea Dovizioso - Reuters/Issei Kato

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah menempati urutan ke-13 di MotoGP Teruel, Minggu lalu, Andrea Dovizioso mengaku pesimis dengan kecepatan motornya untuk mengejar target juara MotoGP 2020. Kegagalan mendapatkan poin di Sirkuit Motorland Aragon, menurut dia, membuat peluang juara hampir nol.

Hasil dua balapan di Aragon jelas bukan pukulan telak untuk pembalap Ducati tersebut. Namun, harapan gelar MotoGP Andrea Dovizioso pupus setelah melihat konsistensi Joan Mir pada balapan dua pekan terakhir. "Menurut saya, bukan saat yang tepat untuk berbicara tentang kejuaraan. Tanpa kecepatan, Anda tidak bisa bertarung," kata dia, dikutip dari Crash, Rabu (28/10/2020).

Dovi sebenarnya masih berpeluang juara ketika berhasil finis ketujuh di balapan pertama MotoGP Aragon. Saat itu, ia masih yakin Ducati bisa melakukan perbaikan untuk menunjukkan potensi terbesar di GP Teruel. Namun, hal itu urung terjadi. "Pada awalnya, kecepatan saya tidak terlalu buruk, tetapi ban lunaknya terlalu lunak untuk semua orang dan penurunannya sangat besar," ujarnya.

Pada balapan tersebut, Johann Zarco dari Avintia akhirnya berhasil finis di tempat kelima. Namun, bagi Dovizioso, balapan terbukti lebih sulit daripada akhir pekan sebelumnya. Ia memulai di posisi ke-17 setelah gagal melaju melewati kualifikasi pertama. Ia sempat meringsek naik ke urutan ke-9, tetapi mulai melebar saat pertarungan jarak dekat dengan Aleix Espargaro.

Seusai menggunakan ban belakang medium akhir pekan lalu, Dovizioso mengikuti langkah sebagian besar rivalnya yang menggunakan ban lunak. Runner-up tiga gelar MotoGP kemudian disusul oleh pembalap penguji Repsol Honda Stefan Bradl di lap terakhir. "Ini semua adalah konsekuensi ketika Anda balapan dengan cara yang buruk," ujarnya.

Konsekuensi lainnya adalah Dovizioso kini kehilangan tempat keempat dalam klasemen MotoGP 2020. Ia Ia tersalip Franco Morbidelli yang menjadi juara MotoGP Teruel. Dovi juga berselisih 28 poin di belakang Joan Mir di puncak klasemen. "Saya tidak berpikir ini saatnya untuk berbicara tentang kejuaraan. Saya tidak punya kecepatan untuk memikirkan kejuaraan," katanya.

Andrea Dovizioso melanjutkan, "Strategi, atau apa yang bisa kami lakukan, atau seberapa banyak peluang yang kami miliki, saat ini hampir nol. Saya benar-benar tidak suka balapan seperti ini, saya tidak suka memperebutkan posisi ini. Ini sangat buruk, saya sangat tidak menyukainya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MotoGP

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top