Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Krisis Finansial, All England 2021 Terancam Ditiadakan

Turnamen bulu tangkis All England tahun depan terancam dibatalkan akibat krisis finansial setelah pandemi corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 September 2020  |  04:45 WIB
Pasangan gand campuran Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Melati Daeva ketika juara All England pada Maret 2020. - Badminton Indonesia
Pasangan gand campuran Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Melati Daeva ketika juara All England pada Maret 2020. - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – All England, turnamen bulu tangkis paling tua di dunia, kemungkinan batal digelar tahun depan akibat krisis finansial yang melanda Asosiasi Badminton Inggris akibat pandemi Covid-19.

Kepala eksekutif bulu tangkis Inggris Adrian Christy mengatakan kebijakan pemerintah yang melarang kehadiran penonton pada setiap kejuaraan olahraga hingga enam bulan ke depan dapat membuat asosiasinya merugi jika tetap memaksa menggelar All England tahun depan.

“Sayangnya, setelah pengumuman terbaru dari pemerintah, kami melihat adanya kemungkinan jika All England 2021 tidak dapat digelar untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II,” ujar Christy dalam laman resmi All England Badminton pada Selasa (29/9/2020).

Padahal menurutnya, All England merupakan salah satu ajang olahraga dengan jumlah penggemar yang luar biasa. Kurang lebih 31.000 penonton setiap tahunnya bisa memenuhi National Indoor Arena, Birmingham.

Namun, pandemi corona membuat penyelenggaraan All England 2020 harus digelar tanpa penonton. Praktis, penyelenggara harus kehilangan salah satu sumber pemasukan utama mereka.

Jika situasi Covid-19 belum mereda dan aturan larangan penonton masih berlaku hingga enam bulan ke depan, asosiasi bulu tangkis Inggris merasa tak sanggup jika harus kembali kehilangan pendapatan dari tiket pada kompetisi yang biasa diselenggarakan pada Maret itu.

“Kami telah mengalami kerugian pendapatan yang sangat besar yakni 1,75 juta pound karena tidak adanya penonton saat kejuaraan 2020. Kondisi ini membuat organisasi kami kesulitan untuk bisa bertahan.”

Dia pun meminta pemerintah untuk memberikan dukungan finansial sebesar 1 juta pound sterling demi menyelamatkan turnamen All England dari pembatalan tahun depan.

“Prioritas utama adalah keberlanjutan bulu tangkis di Inggris, dan All England merupakan bagian utama dari perekomian kami. Maka saya sekarang meminta pemerintah untuk memberikan dukungan finansial sebesar 1 juta pound untuk menyelematkan All England,” paparnya.

Apabila All England benar-benar batal digelar tahun depan, maka itu akan menjadi peristiwa bersejarah, menandai untuk pertama kalinya turnamen itu dibatalkan sejak Perang Dunia II. All England yang sudah diadakan sejak 1899 itu pernah mengalami pembatalan dua kali saat Perang Dunia II.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis all england

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top