Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rossi Tetap Bangga Meski Diasapi Morbidelli dan Bagnaia

Everton juga diperkuat tiga rekrutan anyarnya yakni James Rodriguez, Allan dan Abdoulaye Doucoure dalam laga lawan Tottenham.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 September 2020  |  08:37 WIB
Valentino Rossi - Reuters/Heino Kalis
Valentino Rossi - Reuters/Heino Kalis

Bisnis.com, JAKARTA - Valentino Rossi tak pernah menyangka setelah ia mendirikan Akademi Pebalap VR46 pada 2013 silam suatu ketika anak-anak didiknya bakal mengalahkannya di balapan, dan pebalap veteran asal Italia itu berkelakar menyesalinya.

Di Grand Prix San Marino yang digelar di Sirkuit Misano, pebalap tim Monster Energy Yamaha itu menyaksikan kedua murid jebolan akademinya, Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia keluar sebagai juara dan runner-up.

Itu merupakan kemenangan pertama bagi Morbidelli di kelas premier sedangkan Bagnaia, yang kembali membalap setelah absen tiga balapan karena cedera tulang kering, bertarung habis-habisan dengan kondisi yang belum 100 persen fit hingga upayanya terbayar dengan podium pertamanya setelah dua musim di MotoGP.

Morbidelli menjalani debut MotoGP pada musim 2018 sebagai juara dunia Moto2, sekaligus menjadi pebalap pertama dari Akademi VR46 rintisan Rossi yang naik ke kelas premier. Bagnaia menyusul kompatriotnya dari Italia itu ke MotoGP satu musim berselang setelah merebut titel Moto2 2018.

Sementara itu Rossi, mengenakan helm dengan desain bertema obat kuat viagra untuk balapan di kandangnya itu, cukup ketat memberi perlawanan.

Namun sayang, ia gagal berpesta bersama Morbidelli dan Bagnaia di mimbar setelah disalip pebalap Suzuki Joan Mir di lap terakhir dan harus puas finis P4.
 
"Sangat disayangkan, karena podium ini selalu spesial, terlebih di Misano. Berbagi podium dengan Franco dan Pecco seperti satu balapan di ranch," kata Rossi seperti dilansir laman resmi MotoGP.

"Aku melakukan kesalahan kecil, Mir sangat kuat di saat itu, dengan waktu lap yang baik di bagian akhir lomba dan pada akhirnya dia mampu mengalahkan aku, disayangkan karena tinggal dua kilometer lagi," kata Rossi yang finis 0,353 detik di belakang Mir atau 2,643 detik dari sang juara.

Meski demikian, juara dunia sembilan kali itu patut berbangga dengan anak-anak didiknya. Selain Morbidelli dan Bagnaia yang naik podium hari itu, Luca Marini dan Marco Bezzechhi mempersembahkan finis 1-2 bagi tim Sky Racing Team VR46 di kelas Moto2.

"Kami sangat bangga dengan para rider kami ini sesuatu yang sangat spesial, juga saudaraku (tiri) Luca dan Bez finis pertama dan kedua di Moto2, jadi bagi kami ini sesuatu yang tidak kami kira" kata The Doctor.

"Jujur ketika aku membalap di belakang Franco dan Pecco menyalipku, aku rasa bukan ide yang bagus mendirikan akademi ini," kata Rossi sambil tertawa.

"Tapi di sisi lain kami sangat, sangat bangga dari hasil kerja para rider kami," ujarnya menambahkan.

Setelah enam Grand Prix, Rossi berada di peringkat enam klasemen dengan raihan 58 poin, unggul hanya satu poin dari Morbidelli, sedangkan pucuk klasemen dihuni pebalap Ducati Andrea Dovizioso dengan 76 poin.

Rossi akan memiliki kesempatan bertarung lagi di Misano dengan anak-anak didiknya itu pekan depan di Grand Prix Emilia Romagna di saat juara bertahan Marc Marquez masih bakal absen karena memulihkan diri dari cedera lengan sejak seri pembuka di Spanyol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MotoGP

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top