Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim ini Tampil Buruk, Ferrari Pastikan Kepala Tim Tidak Dipecat

Ferrari telah mengalami salah satu musim terburuknya dalam beberapa dekade. Tim Scuderia saat ini menempati urutan keenam dalam kejuaraan konstruktor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 September 2020  |  16:02 WIB
Pembalap Scuderia Ferrari Charles Leclerc - Reuters/Thaier Al/Sudani
Pembalap Scuderia Ferrari Charles Leclerc - Reuters/Thaier Al/Sudani

Bisnis.com, JAKARTA - Mattia Binotto dipastikan aman di posisinya sebagai kepala tim meskipun mengalami musim terburuk sepanjang sejarah Ferrari di ajang Formula 1 2020. CEO Ferrari Louis Camilleri mengatakan tetap percaya padanya untuk memperbaiki performa tim pada musim Formula 1 mendatang.

"Saya harus mengatakan saya sangat percaya pada Mattia Binotto dan timnya. Hasilnya memang tidak ada untuk membuktikan apa yang saya katakan, tetapi hal ini membutuhkan waktu," kata Camilleri kepada New York Times, dikutip dari Crash, Selasa (8/9/2020).

Ferrari telah mengalami salah satu musim terburuknya dalam beberapa dekade. Tim Scuderia saat ini menempati urutan keenam dalam kejuaraan konstruktor. Kedua mobilnya gagal mencapai kuarter ketiga di balapan di GP Italia di Sirkuit Monza, akhir pekan lalu. Sebastian Vettel dan Charles Leclerc gagal menyelesaikan balapan hari Minggu.
 
Meskipun buruk, Camilleri menegaskan dia tidak berniat untuk menggantikan Binotto dengan mempertimbangkan perlunya stabilitas tim. "Sayangnya di masa lalu, ada terlalu banyak tekanan dan sejarah orang-orang yang dilepaskan. Ada semacam atmosfer untuk berputar dan saya menghentikannya," kata dia.

Louis Camilleri meneruskan, "Yang kami butuhkan adalah stabilitas dan fokus. Jika Anda melihat periode Red Bull dalam memenangi kejuaraan, Mercedes hari ini, selain bakat, salah satu kunci yang mereka miliki adalah stabilitas dan itu adalah sesuatu yang terus terang kurang dari tim kami."

Camilleri mengutip keputusan Ferrari pada pertengahan 1990-an, ketika merekrut Michael Schumacher bersama Jean Todt dan Ross Brawn. Menurut dia, perlu waktu bertahun-tahun untuk membawa tim kembali ke puncak. "Jika saya melihat kembali pada kaliber Jean Todt, Michael Schumacher, Ross Brawn butuh enam tahun untuk mencapai tim pemenang yang fenomenal," kata dia.

"Jadi saya ingin memastikan bahwa stabilitas tim tetap pada tempatnya, meskipun ada tekanan luar biasa yang ada pada tim, terutama dari media Italia, yang kadang-kadang cukup brutal, menyerukan untuk agar dia mundur, tetapi itu bukanlah solusi. Ini juga bukan berarti kami tidak akan mempertimbangkan untuk menambah sumber daya tambahan ke dalam tim yang ada," ujar Camilleri.

Berkaca pada masa depannya sendiri, Binotto mengakui sedang mempertanyakan apakah dirinya orang yang tepat untuk memimpin tim Formula 1 yang paling sukses. "Sejujurnya tidak pernah, karena saya tahu saya mendapat dukungan dari manajer saya. Saya mempertanyakan diri sendiri, saya berpikir apakah saya cocok untuk peran kepala tim." kata Binotto dalam wawancara dengan Corriere della Sera.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

f1

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top