Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bolak-balik Kalah dari Endo/Watanabe, Kevin/Marcus: Pasti Menang Nanti

Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tyang kini berada di peringkat satu dunia mengaku tekanan untuk tetap berada di atas sangat berat.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  23:15 WIB
Kevin Sanjaya-Marcus Fernaldi Gideon - Badminton Indonesia
Kevin Sanjaya-Marcus Fernaldi Gideon - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tyang kini berada di peringkat satu dunia mengaku tekanan untuk tetap berada di atas sangat berat.

Bagi ganda sekelas Kevin/Marcus yang selalu ditargetkan menjadi juara, posisi runner up dalam sebuah turnamen adalah bentuk kegagalan.

Meski selalu dalam posisi seperti ini, Marcus mengaku menjalaninya dengan santai agar tidak menjadi beban dalam setiap turnamen,

"Pressure itu pasti banyak, apalagi makin ke atas, makin banyak pressure. Kalau pergi (bertanding) pasti targetnya juara. Kalau sampai final saja dibilang gagal. Pasti ada pressure, tapi karena memang ini hobby dan pekerjaan kami ya dinikmati saja," kata Marcus seperti dilansir situs resmi PBSI, Rabu (17/6/2020).

"Ekspektasi orang kan tinggi, apalagi di pertandingan penting. Kalau kalah pasti sedih, yang dilakukan ya harus latihan lebih keras lagi," ujar Kevin.

"Kami nggak mau mikir beban, kalau sudah main, fokus di permainannya saja. Kecuali sebelum main, memang (merasa) tekanan itu ada," tambahnya.

Sebagai ganda putra terbaik dunia saat ini, Kevin/Marcus juga diberi target tertinggi, termasuk dari pihak sponsor mereka. Dalam setahun, Kevin/Marcus ditarget untuk meraih lima gelar di turnamen level Super 500 hingga Super 1000.

"Kami juga diberi target gelar juara dunia tahun lalu dan tahun ini harusnya diberi target dapat medali apapun di olimpiade. Tapi karena tahun lalu tidak dapat gelar juara dunia, maka target di olimpiade dinaikkan jadi harus medali emas," ujar Kevin.

Menjadi penguasa ganda putra dalam beberapa tahun terakhir, Kevin/Marcus juga punya musuh bebuyutan yang sulit mereka taklukkan. Sebelumnya, Kevin/Marcus sempat mendapat perlawanan sengit dari ganda putra China, Han Chen Kai/Zhou Hao Dong serta Choi Solgyu/Seo Seung Jae dari Korea Selatan. Namun kedua ganda putra ini berhasil ditaklukkan Kevin/Marcus pada pertemuan terakhir mereka.

Akan tetapi Kevin/Marcus belum berhasil memenangkan enam pertemuan terakhir atas Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dari Jepang. Dua pertemuan pertama berhasil dimenangkan Kevin/Marcus.

"Rasa penasaran pasti ada, cuma ya sudah lah, main itu kalau nggak menang ya kalah. Pasangan lain yang tanding sama kami kan juga ada yang kalah berturut-turut. Dalam bulutangkis memang biasanya ada yang seperti ini, namanya ganjalan, biar jadi seru dan menantang," beber Marcus.

"Pasti menang lah akhirnya, ha ha ha, pede banget ya? Tapi memang harus pede jadi pemain," tutur Marcus sambil tertawa.

Kevin/Marcus pun sadar bahwa sebagai ganda putra rangking satu dunia, pasti banyak lawan yang ingin mengalahkan mereka. Permainan mereka pasti sudah dipelajari oleh lawan, apalagi dengan teknologi yang semakin maju yang bisa dimanfaatkan tim untuk menganalisa permainan lawan.

"Habis main saya suka ngobrol sama Kevin, banyak tanya kurang saya di mana, biar enak, mainnya. Permainan kami sering dipelajari, orang sudah pakai video, kami harus ganti lagi cara mainnya. Harus berubah terus dan banyak belajar, perkembangan pasti ada terus, kalo nggak mau belajar ya monoton mainnya," jelas Marcus.

Salah satu tantangan berat Kevin/Marcus juga datang dari negeri sendiri. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sehari-hari menjadi teman latihan di Pelatnas Cipayung, sering juga menjadi lawan di pertadingan.

"Sebetulnya kami sudah tau kelemahan dan kelebihan masing-masing. Di pertandingan itu mental juga berpengaruh. Kalau Kevin kan pedenya luar biasa, saya masih naik turun," ungkap Marcus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top