Dikarantina di Asrama Cipayung, Begini Komentar Ahsan/Hendra

"Rasanya kayak anak asrama aja, hahahah. Sudah lama sekali nggak jadi anak asrama, terakhir tahun 2012. Rasanya gimana ya, waktu terasa lambat. Sampai saat ini sih kegiatannya baru istirahat, makan dan tidur karena masih jet lag," kata Ahsan.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  15:32 WIB
Dikarantina di Asrama Cipayung, Begini Komentar Ahsan/Hendra
Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Seluruh tim All England 2020 tengah menjalani masa isolasi mandiri sepulangnya dari Birmingham, Inggris. Termasuk pasangan rangking dua dunia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang tiba di Jakarta pada Minggu malam (15/3).

Jika biasanya mereka langsung menuju rumah masing-masing, kali ini Hendra/Ahsan yang dijuluki The Daddies ini harus kembali ke asrama Pelatnas Cipayung. Hendra/Ahsan menceritakan kegiatan mereka selama menjalani masa isolasi mandiri.

"Rasanya kayak anak asrama aja, hahahah. Sudah lama sekali nggak jadi anak asrama, terakhir tahun 2012. Rasanya gimana ya, waktu terasa lambat. Sampai saat ini sih kegiatannya baru istirahat, makan dan tidur karena masih jet lag," kata Ahsan dalam situs resmi PBSI, Selasa (17/3/2020).

"Baru dua malam dan sudah ada rasa bosan sih ha ha ha, tapi ini yang terbaik dan saya jalani saja. Mau bagaimana lagi, keselamatan yang utama. Lagipula di rumah kan ada anak-anak saya, lebih baik saya di sini dulu," jawab Hendra.

Berdasarkan Surat Edaran nomor 158/0.5/III/2020 yang diterbitkan PP PBSI pada hari ini perihal Peraturan Pencegahan Covid-19, tim All England 2020 diminta melakukan isolasi mandiri hingga tanggal 30 Maret 2020. Selama masa isolasi, kondisi mereka akan terus dipantau tim dokter PBSI yang bertugas.

Tim All England diminta menjaga kesehatan dan menghindari kontak fisik dengan atlet lain, baik sesama atlet All England maupun atlet yang lainnya. Semua diimbau melakukan social distancing dengan jarak minimal satu meter dengan atlet lain.

"Memang nggak boleh banyak kontak fisik sesama atlet, paling ketemu di ruang tengah asrama. Makanan pun diantar ke kamar. Kalau kontak sesama tim All England juga dijaga, jaraknya minimal satu meter. Kalau ditanya khawatir, ya rasa khawatir pasti ada," ungkap Ahsan.

Ahsan juga sementara harus menahan rasa rindu dengan keluarganya. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan istri dan anak-anaknya lewat video call.

"Kerjaannya selama karantina itu makan, tidur, nonton film, main game dan diulangi lagi semuanya dari awal, ha ha ha. Makanan juga diantar dari kantin ke kamar, nggak makan di ruang makan," cerita Hendra.

Baik Hendra maupun Ahsan sama-sama berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Wabah virus Corona yang menyebar ke seluruh dunia menyebabkan sejumlah turnamen terpaksa dibatalkan diantaranya Swiss Open, India Open, Malaysia Open dan Singapore Open.

 Hal ini tentunya membawa pengaruh pada proses kualifikasi jelang Olimpiade Tokyo 2020 yang rencananya akan digelar pada Juli mendatang. Bahkan muncul spekulasi bahwa olimpiade akan ditunda atau dibatalkan jika wabah Covid-19 masih menjadi ancaman.

"Semoga cepat berakhir pandeminya, saya nggak mikirin gimana-gimana soal olimpiade, yang penting sehat dulu saja," tutur Hendra.

"Harapan saya sih yang terbaik saja untuk kita semua, apa pun keputusannya nanti," pungkas Ahsan.  

Tim kedua rencananya akan tiba dari Birmingham pada malam ini, Selasa (17/3). Termasuk pasangan juara All England 2020, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti serta ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kali ini penyambutan juara pun ditiadakan demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top