Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mampukah 'Kesabaran' Hendra/Ahsan Bongkar 'Pertahanan' Endo/Watanabe?

Lawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di partai final adalah Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dari Jepang.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 14 Desember 2019  |  23:05 WIB
Ganda putra Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan
Ganda putra Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan

Bisnis.com, JAKARTA — Partai final ganda putra kejuaraan dunia bulu tangkis HSBC World Tour Finals 2019 mempertemukan pasangan Indonesia melawan Jepang.

Indonesia diwakili pasangan senior, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang sejatinya sejak tahun ini bukan lagi penghuni Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas).

Di babak semifinal yang berlangsung Sabtu (14/12/2019), Hendra/Ahsan mengalahkan pasangan Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Lawan Ahsan/Hendra di partai final adalah Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Di babak semifinal, Endo/Watanabe mengandaskan perlawanan ganda Indonesia lainnya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Partai antara Hendra/Ahsan melawan Endo/Watanabe yang berlangsung Minggu (15/12/2019) dapat diibaratkan pertemuan antara 'kesabaran' melawan 'pertahanan'.

Kekuatan pertahanan pasangan Jepang itu memang harus diakui, khususnya Yuta Watanabe yang masih muda dan berdaya tahan prima.

Bahkan, Yuta Watanabe di kejuaraan dunia ini dua kali tampil di babak semifinal, satu nomor lain bermain di sektor ganda campuran berpasangan dengan Arisa Higashino.

Marcus/Kevin seusai pertandingan seperti dikutip dari situs PBSI mengakui bahwa Endo/Watanabe tidak mudah untuk dimatikan.

"Kami sudah berusaha menyerang, tapi lawan memang enggak gampang mati. Saya pribadi jadi enggak begitu percaya diri mainnya. Mau main gimana pun jadi enggak enak, enggak bisa lepas juga tadi karena kepikiran terus," kata Marcus Gideon.

Permainan Marcus/Kevin yang biasanya cepat dan taktis, mampu diredam oleh Endo/Watanabe dalam dua kali pertemuan di kejuaraan dunia kali ini.

Kebetulan, mereka sempat berada di grup yang sama sebelum tarung di babak semifinal.

Lantas, bagaimana peluang Hendra/Ahsan melawan pasangan peringkat ketujuh dunia itu?

Secara peringkat dunia, Hendra/Ahsan yang kini menempati rangking dua dunia, lebih diunggulkan.

Dari sisi rekor pertemuan pun, Hendra/Ahsan punya catatan lebih bagus. Dari enam kali pertemuan sebelumnya, Hendra/Ahsan mampu menang lima kali, sedangkan lawannya hanya bisa menang sekali.

Bahkan, empat pertemuan terakhir sepanjang 2019, semuanya mampu dimenangkan oleh Hendra/Ahsan.

Ketenangan pasangan ini di atas lapangan memang patut dipuji. Kendati secara usia keduanya tak lagi muda, pengalaman Hendra/Ahsan dalam berbagai event internasional membuat keduanya mampu menjaga konsistensi permainan.

Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top