Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mampukah 'Kesabaran' Hendra/Ahsan Bongkar 'Pertahanan' Endo/Watanabe?

Lawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di partai final adalah Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dari Jepang.
Ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan
Ganda putra Hendra Setiawan-Mohamad Ahsan

Bisnis.com, JAKARTA — Partai final ganda putra kejuaraan dunia bulu tangkis HSBC World Tour Finals 2019 mempertemukan pasangan Indonesia melawan Jepang.

Indonesia diwakili pasangan senior, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang sejatinya sejak tahun ini bukan lagi penghuni Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas).

Di babak semifinal yang berlangsung Sabtu (14/12/2019), Hendra/Ahsan mengalahkan pasangan Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Lawan Ahsan/Hendra di partai final adalah Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Di babak semifinal, Endo/Watanabe mengandaskan perlawanan ganda Indonesia lainnya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Partai antara Hendra/Ahsan melawan Endo/Watanabe yang berlangsung Minggu (15/12/2019) dapat diibaratkan pertemuan antara 'kesabaran' melawan 'pertahanan'.

Kekuatan pertahanan pasangan Jepang itu memang harus diakui, khususnya Yuta Watanabe yang masih muda dan berdaya tahan prima.

Bahkan, Yuta Watanabe di kejuaraan dunia ini dua kali tampil di babak semifinal, satu nomor lain bermain di sektor ganda campuran berpasangan dengan Arisa Higashino.

Marcus/Kevin seusai pertandingan seperti dikutip dari situs PBSI mengakui bahwa Endo/Watanabe tidak mudah untuk dimatikan.

"Kami sudah berusaha menyerang, tapi lawan memang enggak gampang mati. Saya pribadi jadi enggak begitu percaya diri mainnya. Mau main gimana pun jadi enggak enak, enggak bisa lepas juga tadi karena kepikiran terus," kata Marcus Gideon.

Permainan Marcus/Kevin yang biasanya cepat dan taktis, mampu diredam oleh Endo/Watanabe dalam dua kali pertemuan di kejuaraan dunia kali ini.

Kebetulan, mereka sempat berada di grup yang sama sebelum tarung di babak semifinal.

Lantas, bagaimana peluang Hendra/Ahsan melawan pasangan peringkat ketujuh dunia itu?

Secara peringkat dunia, Hendra/Ahsan yang kini menempati rangking dua dunia, lebih diunggulkan.

Dari sisi rekor pertemuan pun, Hendra/Ahsan punya catatan lebih bagus. Dari enam kali pertemuan sebelumnya, Hendra/Ahsan mampu menang lima kali, sedangkan lawannya hanya bisa menang sekali.

Bahkan, empat pertemuan terakhir sepanjang 2019, semuanya mampu dimenangkan oleh Hendra/Ahsan.

Ketenangan pasangan ini di atas lapangan memang patut dipuji. Kendati secara usia keduanya tak lagi muda, pengalaman Hendra/Ahsan dalam berbagai event internasional membuat keduanya mampu menjaga konsistensi permainan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler