Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hasil Sea Games 2019: Greysia/Apriyani Menang, Bulu Tangkis Raih Emas Ketiga

Indonesia menambah satu medali emas di Sea Games 2019 dri cabang olahraga bulu tangkis setelah ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih kemenangan di partai final.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  15:05 WIB
Greysia Polii-Apriyani Rahayu - Badminton Indonesia
Greysia Polii-Apriyani Rahayu - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menambah satu medali emas di Sea Games 2019 dri cabang olahraga bulu tangkis setelah ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih kemenangan di partai final.

Dalam pertandingan final yang diadakan di Muntinlupa Sports Center, Senin (9/12/2019), Greysia/Apriyani mengalahkan lawannya asal Thailand,
Chayanit Chaladchalam /Phataimas Muenwong dengan skor 21-3 dan 21-18 dalam waktu 38 menit.

Dengan tambahan emas ini, maka cabang bulu tangkis menyumbang tiga medali emas lewat nomor beregu putra, ganda campuran dan ganda putri.

Sebelumnya, tunggal putri Ruselli Hartawan meraih medali perak setelah takluk dari Selvaduray Kisona (Malaysia) rubber game dengan skor 22-20, 14-21, 13-21.

“Pastinya ada kecewanya karena tadi ada kesempatan buat menang setelah game pertama menang. Tapi sudah sampai di sini, bersyukur saja. Karena sudah dikasih lebih dari yang saya inginkan,” kata Ruselli usai laga seperti dilansir situs BadmintonIndonesia.

Dengan Kisona, Ruselli sebelumnya pernah kalah lima kali dari enam pertemuan. Laga terakhir Ruselli dengan Kisona terjadi di Piala Uber 2018. Saat itu ia juga kalah rubber game dengan skor 23-21, 21-23, 13-21.

“Bisa sampai di sini tentu puas. Tapi nggak puas juga karena tadi ada kesempatan. Karena kami permainannya tadi imbang. Saya mencoba membuang pikirian kalau head to headnya kalah. Saya mencoba memberikan yang terbaik saja,” ungkap Ruselli.

“Saya terlalu banyak membuka pola buat lawan dan saya juga banyak membuang bola saat posisi menyerang. Saya juga kehilangan konsentrasi. Posisi lapangan kedua juga agak menyulitkan. Karena saya menang angin, pas mau menekan bola jadinya out,” katanya lagi. 

Perjuangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti sukses merebut medali emas nomor perorangan SEA Games 2019 yang berlangsung di Muntinlupa Sports Complex, Filipina. Ini dipastikan setelah mereka mengalahkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia) melalui tiga game dengan skor 21-19, 19-21, 23-21.

Medali emas ini merupakan yang pertama buat Melati. Sementara untuk Praveen ini menjadi yang kedua setelah sebelumnya mendapat emas pada SEA Games 2015 di Singapura dengan Debby Susanto.

“Yang pasti bangga, senang juga bisa kasih medali emas buat Indonesia. Apalagi buat saya ini yang pertama kali ikut SEA Games,” kata Melati ditemui usai laganya.

“Ini emas kedua dengan pasangan berbeda, senang karena bisa memberikan medali emas buat Indonesia. Ini kan yang menjadi harapan semua atlet ya, mau cabang olahraga apapun pasti ingin. Apalagi ini SEA Games dan bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya,” ungkap Praveen. 

Diakui Praveen/Melati, pertandingan kali ini berlangsung cukup sengit. Kondisi angin menjadi faktor besar yang mempengaruhi jalannya pertandingan ini. Pada game pertama, Praveen/Melati yang tertinggal 0-3 menyusul dan merebut angka 10-7. Keduanya lalu sempat ketinggalan lagi dengan 13-16. Namun Praveen/Melati lagi-lagi berhasil membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 21-19.

Di game kedua, Praveen/Melati harus mengalami kekalahan setelah beradu ketat. Masuk ke game tiga, Praveen/Melati harus tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya kembali ketat. Poin-poin akhir pun berlangsung semakin menegangkan.

Praveen/Melati yang semula ketinggalan 17-19, kemudian membalikkan keunggulan menjadi 20-19. Namun satu poin terakhir tak bisa langsung diamankan pasangan Indonesia tersebut. Mereka harus terlibat dua kali setting point sebelum akhirnya menang 23-21.

“Pertandingan hari ini berjalan cukup sengit dan bikin jantungan. Mungkin karena lapangannya berangin, lawan jadinya nggak enak. Kami juga nggak enak. Tapi kami komunikasi saja, jadi strategi kami lebih masuk ke pola permainan. Sebenarnya kalau bicara permainan, ini bisa dibilang bukan permainan terbaik kami, dan bukan permainan terbaik mereka, karena angin itu tadi,” kata Praveen. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis Sea Games 2019

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top