Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Otopsi Jenazah Pembalap Indonesia Afridza Syach Munandar Berlangsung Hingga 2 Jam

Proses otopsi terhadap jenazah pembalap Indonesia Afridza Syach Munandar berlangsung hingga 2 jam. Almarhum Afridza Syach Munandar meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di sirkuit Sepang, Malaysia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 November 2019  |  14:28 WIB
Otopsi Jenazah Pembalap Indonesia Afridza Syach Munandar Berlangsung Hingga 2 Jam
Kepala Satgas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur Yusron B Ambary (kiri) berbincang dengan anggota Tim Asia Talent Cup (ATC) Indonesia Charlie (Kedua kiri) dan Dandy (kedua kanan) saat mengurus jenazah pembalap Afridza Syach Munandar di Institut Perubatan Forensik Negara Hospital Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (11/2/2019). Almarhum Afridza Syach Munandar meninggal dunia dalam balap motor Asia Talent Cup di Sepang International Circuit. - ANTARA/Agus Setiawan

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Proses otopsi terhadap jenazah pembalap Indonesia Afridza Syach Munandar berlangsung hingga 2 jam. Almarhum Afridza Syach Munandar meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di sirkuit Sepang, Malaysia.

Jenazah Afridza Syach Munandar (20) yang meninggal dunia saat balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11) tuntas diotopsi di Bagian Forensik Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur, Minggu (3/11/2019).

Otopsi dihadiri penyidik dari Kantor Polisi Aero Polisi Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan Tim Asia Talent Cup (ATC) Indonesia atau Idemitsu Honda Indonesia, Charlie.

Selain menyaksikan langsung jalannya otopsi pihak penyidik juga memintai keterangan sejumlah pihak. Otopsi dimulai pukul 09.00 selesai pukul 11.00 waktu setempat.

Pihak asuransi yang telah dihubungi sebelumnya oleh Dorna Sport selaku penyelenggara Asia Talent Cup (ATC) di Sepang International Circuit juga tampak hadir di bagian forensik.

Menurut keterangan pihak penyidik hasil otopsi yang dilakukan pihak rumah sakit menyebutkan bahwa kematian pembalap Afridza karena benturan keras pada bagian kepala di sisi sebelah kiri.

Pihak rumah sakit juga disebutkan masih menunggu hasil uji urine dan darah yang telah dikirim ke Jabatan Kimia (Kantor Kimia).

Proses pemulangan jenazah telah diserahkan kepada perusahaan Kasket Paradibes yang telah ditunjuk oleh pihak asuransi.

Selain hasil otopsi surat pelepasan jenazah dari kepolisian yang menangani insiden ini juga diperlukan sebelum jenazah dapat dipulangkan ke Tanah Air.

Sementara itu pihak Tim Asia Talent Cup Indonesia yang mengurus seluruh proses penanganan jenazah di rumah sakit berharap jenazah almarhum dapat dipulangkan hari ini, Minggu.

Pihak tim belum mengetahui secara pasti jadwal keberangkatan jenazah karena masih menunggu seluruh dokumen yang diperlukan.

"Jenazah akan diterbangkan ke Jakarta kemudian akan menggunakan perjalanan darat ke kampung halamannya di Tasikmalaya, Jawa Barat. Jenazah tidak dapat diterbangkan langsung ke Bandung karena ketiadaan fasilitas kargo pada penerbangan menuju Bandung," ujar Koordinator Tim Asia Talent Cup (ATC) Indonesia, Charlie.

Kecelakaan yang menimpa Afridza terjadi saat laga Asia Talent Cup 2019.

Pada race pertama di Sirkuit Sepang, Sabtu petang, motor yang ditunggangi Afridza bersenggolan dengan motor pembalap Nomer 11 Takuma Matsuyama kemudian Afridza tertabrak pembalap nomer 22 Shinji Ogo hingga keduanya terlibat kecelakaan.

Race pertama dibatalkan oleh pihak penyelenggara akibat insiden tersebut.

Sebelumnya insiden serupa pernah menimpa pembalap motorgp Marco Simoncelli pada Oktober 2011 lalu di Sirkuit Sepang.

Ketika itu Simoncelli terjatuh di tikungan ke-11 dan tertabrak pembalap asal Amerika Serikat Colin Edwards dan "The Doctor" Valentino Rossi. Nyawa Simoncelli tidak dapat diselamatkan akibat luka serius di bagian kepala.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepang pembalap

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top