Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Li Xue Rui, Mantan Juara Tunggal Putri Olimpiade 2012 Gantung Raket

Li Xue Rui, Mantan Juara Tunggal Putri Olimpiade 2012 Gantung Raket
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  16:52 WIB
Li Xue Rui (tengah) saat menjuarai Olimpiade 2012 - BWF
Li Xue Rui (tengah) saat menjuarai Olimpiade 2012 - BWF

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan juara Olimpiade 2012 Li Xue Rui mengumumkan pengunduran dirinya dari bulu tangkis internasional.

Li, 28, adalah salah satu pemain paling dominan di masanya sebelum cedera di Olimpiade Rio mengganggu kariernya.

Kesuksesan besar pertama Li adalah di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia pada tahun 2010, ketika pada usia 19 tahun ia mengalahkan Saina Nehwal dan rekan senegaranya Liu Xin.

Karir Li melesat bak meteor, dan segera menjadi favorit di kejuaraan bulu tangkis tingkat atas.

Li berhasll menjuarai All England pada 2012 ketika ia mengalahkan rekan senegaranya Wang Yihan di final.

Pada tahun tersebut, kedua pemain terlibat pertarungan di sejumlah final bulu tangkis di mana Li memenangkan lima dari enam pertandingan mereka. Momen terbesarnya adalah di Olimpiade London, di mana Li mengalahkan Wang Yihan di final dalam tiga set.

Namun Li gagal menjadi juara dunia pada tahun 2012 setelah di final ditundukkan tunggal putri asal Thailand, Ratchanok Intanon.

Ambisi Li untuk menjadi juara dunia kembali kandas pada tahun 2014 setelah ditekuk Carolina Marin dari Spanyol.

Li adalah salah satu kandidat utama  meraih medali emas di Rio 2016. Namun keinginan mempertahankan medali emas gagal setelah di semifinal Li mengalami cedera saat melawan Carolina Marin dan kalah 21-16 21-16.

Cederayang didiagnosis sebagai pecahnya Anterior Cruciate Ligament (ACL), membuatnya tidak bisa berolahraga selama lebih dari setahun.

Comeback Li di tahun 2018 berakhir manis setelah memenangkan  Lingshui China Masters pada April 2018. Li meraih hat-trick gelar setelah menjuarai AS Terbuka dan Kanada Terbuka, tetapi dirinya belum bisa ke performa semula dan kesulitan bermain di papan atas.

Pertandingan terakhirnya sebelum pensiun adalah Korea Terbuka pada September 2019. Li kalah di putaran pertama melawan Sayaka Takahashi (Jepang), dengan skor 21-15 11-3.

Li pensiun setelah menjuarai 14 gelar Superseries dan dianugerahi gelar Pemain Wanita BWF Tahun 2013. Bersama rekan senegaranya Wang Yihan dan Wang Shixian, Li akan dikenang sebagai pemain serang dengan semangat tidak pernah mati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bulutangkis

Sumber : BWF

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top