PB Djarum Vs KPAI, PBSI: Kami Tidak Bisa Sendiri

Sekjen PP PBSI Achmad Budiarto pun mengaku bahagia dengan akhir dari polemik tersebut karena itu berarti proses audisi bulu tangkis yang bertujuan untuk mencari bibit-bibit pemain muda di Indonesia akan terus berjalan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 September 2019  |  18:26 WIB
PB Djarum Vs KPAI, PBSI: Kami Tidak Bisa Sendiri
Sekjen PBSI, Achmad Budiharto - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memberikan respon positif terhadap kesepakatan bersama antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum terkait masalah audisi bulu tangkis yang diselenggarakan oleh PB Djarum.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiarto pun mengaku bahagia dengan akhir dari polemik tersebut karena itu berarti proses audisi bulu tangkis yang bertujuan untuk mencari bibit-bibit pemain muda di Indonesia akan terus berjalan.

“Hari ini, yang paling berbahagia dengan hasil keputusan tersebut adalah PBSI. Karena itu artinya, proses pencarian bibit-bibit pebulutangkis muda di Tanah Air masih terus berlanjut, tidak berhenti,” kata Achmad di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut dia, PBSI tidak dapat berjalan sendirian dalam membina sekaligus mencari bibit-bibit muda pemain bulu tangkis di Tanah Air. Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi dari pihak swasta untuk memastikan bahwa proses regenerasi atlet itu dapat terus berlanjut.

“Dalam melakukan pencarian sekaligus pembinaan bibit-bibit muda, PBSI tidak bisa sendiri. Di sini, peran swasta sangat dibutuhkan, mengingat kemampuan pemerintah terbatas. Kolaborasi ini tentu bisa menghasilkan prestasi terbaik bagi bulu tangkis Indonesia di tingkat dunia,” tutur Achmad.

Seperti diketahui pada Kamis (12/9), KPAI dan PB Djarum telah melakukan pertemuan yang dimediasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, yakni Ketua KPAI Susanto, pengurus PB Djarum Lius Pongoh dan PP PBSI Achmad Budiharto.

Dari pertemuan tersebut, dihasilkan tiga poin penting. Pertama, PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis, tanpa menggunakan logo, merk dan brand image Djarum.

Poin kedua, yaitu KPAI juga bersepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian Audisi Djarum.

Poin ketiga, Kemenpora, KPAI dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk melakukan konsolidasi secara internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil pada pertemuan hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Top