Polemik Audisi Bulu Tangkis KPAI & PB Djarum, Ini Sikap Wiranto

Ketua Umum PP PBSI Wiranto menyatakan pencarian bibit-bibit atlet muda merupakan proses penting yang menentukan kemajuan prestasi bulu tangkis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 September 2019  |  07:29 WIB
Polemik Audisi Bulu Tangkis KPAI & PB Djarum, Ini Sikap Wiranto
Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Wiranto menyatakan pencarian bibit-bibit atlet muda merupakan proses penting yang menentukan kemajuan prestasi bulu tangkis di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Wiranto dalam menanggapi polemik yang tengah terjadi antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum.

“Jangan sepelekan proses pencarian bibit-bibit muda. Justru pencarian bibit itu langkah awal penentu kemajuan bulu tangkis Indonesia. Kalau ada masalah di proses pencarian bibit itu, harus diselesaikan,” kata Wiranto saat menghadiri konferensi pers Yuzu Indonesia Masters 2019 di Jakarta pada Rabu (11/9/2019).

Lebih lanjut menanggapi polemik tersebut, dia pun berencana melakukan mediasi dengan kedua pihak, baik KPAI maupun PB Djarum. Akan tetapi, dia belum dapat menentukan waktu pelaksanaan mediasi tersebut.

“Sekarang yang terjadi adalah sudah terjadi salah paham duluan, publik juga masih panas. Maka itu, nanti semuanya kita ajak bicara, kita selesaikan, pasti ada jalan. Yang pasti, proses pencarian bakat tidak akan berhenti,” ujar Wiranto.

Dia pun menuturkan apabila proses pencarian bakat tidak dilanjutkan, nasib badminton Indonesia akan terpuruk. Oleh karena itu, dia optimistis ada jalan keluar atau solusi atas permasalahan tersebut.

“Kalau proses pencarian bibit-bibit itu berhenti, badminton Indonesia bisa selesai. Sekarang mungkin tidak terasa efeknya, tapi nanti, mungkin 5 tahun lagi baru kelihatan bahwa badminton Indonesia makin terpuruk. Kita tidak ingin itu terjadi,” tutur Wiranto.

Dia mengungkapkan permasalahan tersebut sejatinya dapat diselesaikan asalkan semua pihak mau berpikiran positif, terutama berpikiran mengenai pentingnya pembinaan terhadap atlet-atlet bulu tangkis.

“Kalau semua pihak memiliki pengertian dan pemahaman yang baik mengenai arti penting serta tujuan dari pembinaan atlet, pasti semuanya akan berjalan baik-baik saja. Masalah ini bisa selesai dengan diskusi dan musyawarah mufakat, jadi tidak perlu ramai di publik,” ungkap Wiranto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis, djarum

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Top