Ini Hasil Evaluasi Praveen/Melati Usai Jadi Runner Up di Japan Open

Ini Hasil Evaluasi Praveen/Melati Usai Jadi Runner Up di Japan Open
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 28 Juli 2019  |  19:54 WIB
Ini Hasil Evaluasi Praveen/Melati Usai Jadi Runner Up di Japan Open
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti - badmintonindonesia.org

Bisnis.com, JAKARTA - Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus puas menjadi runner up di Japan Open 2019 setelah diraklukkan Wang Yilyu/Huang Dongping dari China, Minggu (28/7).

Dalam lima pertemuan sebelumnya, Praveen/Melati belum bisa memetik kemenangan, begitu pun siang ini di final Japan Open 2019, Praveen/Melati harus puas di posisi runner up setelah dikalahkan dengan skor 17-21, 16-21.

Wang/Huang sudah tiga kali menghadang Praveen/Melati untuk meraih gelar juara. Sebelumnya Wang/Huang juga menaklukkan Praveen/Melati di final India Open 2019 dan Australia Open 2019.

Pertahanan rapat dari Wang/Huang cukup menyulitkan Praveen/Melati. Bahkan smash keras yang dihujankan Praveen pun masih mampu dikembalikan dengan baik oleh ganda campuran rangking dua dunia tersebut.

"Pasangan China ini sangat solid dan tidak mudah dikalahkan, saya sama Mely (Melati) sudah mencoba semaksimal mungkin menembus mereka, memberikan perlawanan. Kami sudah reli-reli tapi tetap terbawa pola main mereka, ini yang mesti diwaspadai saat melawan mereka," kata Praveen kepada Badmintonindonesia.org.

"Tadi sudah coba ubah main setelah kalah di game pertama, tapi perbedaan angkanya masih tetap jauh terus. Kalau melawan mereka, dari start-nya tidak boleh tertinggal, kalau skornya mepet-mepet terus mungkin bisa mengejar, apalagi mereka lebih matang," Melati menambahkan.

Final Japan Open 2019 adalah final turnamen level super 750 pertama bagi Praveen/Melati. Mereka merasa cukup puas dengan permainan mereka menuju partai final, akan tetapi di final mereka masih belum bisa meraih yang terbaik. Capaian ini menjadikan rasa percaya diri Praveen/Melati meningkat, sebagai modal mereka di turnamen-turnamen selanjutnya.

"Evaluasinya, kami polanya harus matang, di individunya juga. Kalau kalah di game pertama tidak boleh down, walaupun kepikiran tapi harus cepat dibuang pikiran seperti itu. Kalau mau masuk lapangan pun harus lebih percaya diri lagi," ujar Praveen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening
Top