Japan Open 2019: Fajar/Rian Waspadai Serangan Kencang Koh/Shin

Fajar Alfian/Rian Ardianto di babak kedua Japan Open 2019, akan bertemu Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea). Catatan rekor pertemuan sementara kedudukan imbang 1-1 bagi kedua pasangan.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  21:50 WIB
Japan Open 2019: Fajar/Rian Waspadai Serangan Kencang Koh/Shin
Ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto (kanan) dan Fajar Alfian (kiri) mengembalikan kok ke ganda putra China Huang Kaixiang dan Liu Cheng pada babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019). Pasangan Fajar/Rian berhasil melaju ke babak 16 besar usai mengalahkan pasangan Huang/Liu dengan skor 18-21, 21-14, 21-16. - ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Fajar Alfian/Rian Ardianto di babak kedua Japan Open 2019, akan bertemu Ko Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korea). Catatan rekor pertemuan sementara kedudukan imbang 1-1 bagi kedua pasangan. Fajar/Rian memenangkan pertemuan terakhir di All England 2019 dengan skor 23-21, 21-14.

Sedangkan di pertemuan pertama mereka di New Zealand Open 2016, Fajar/Rian dikalahkan Ko/Shin dengan skor 13-21, 8-21.

"Ko/Shin pengalamannya banyak dan mereka baru juara juga di Australia Open 2019, jadi percaya diri mereka meningkat," sebut Fajar dalam situs resmi PBSI, Selasa (23/7/2019).

"Ko/Shin pemain yang punya serangan kencang, mereka tidak mudah dimatikan juga. Jadi kami harus bermain benar-benar fokus besok," tutur Rian.

Fajar/Rian lolos ke babak kedua  setelah di pertandingan pertama menang atas Lu Ching Yao/Yang Po Han (Taiwan), dengan skor 21-10, 21-13.

"Lawan tidak bermain maksimal hari ini, jadi kami manfaatkan kesempatan ini, jangan membuat kesalahan sendiri," kata Fajar.

Fajar kemudian mengatakan bahwa kekalahan di Blibli Indonesia Open 2019 pekan lalu memang bukan capaian yang sesuai dengan target, namun mereka berusaha untuk mengambil pelajaran dan fokus ke turnamen Japan Open ini.

"Positif thinking saja, kami sekarang fokusnya ke turnamen ini (Japan Open). Kamu berharap bisa tampil konsisten, jangan sekarang bagus, besoknya blank dan underperform, harus dijaga kestabilannya," ungkap Fajar.

"Bedanya dengan di Istora, di pertandingan ini hawanya beda. Di sini stadionnya sunyi, kalau teriak sedikit saja sudah terdengar. Kalau di Istora gemuruh sekali, kadang ada pengaruhnya juga ke kami, kadang jadi terbawa ingin buru-buru menyerang, kalau di sini mainnya lebih taktis, karena shuttlecock yang dipakai kencang, padahal kami sudah siap kalau shuttlecock-nya berat," beber Fajar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top