Kalahkan Antonsen, Ini Tunggal Putra Taiwan Pertama yang Juara di Indonesia Open

Chou Tien Chen menjadi juara di Indonesia Open 2019. Dia menasbihkan diri sebagai pemain tunggal putra Taiwan pertama yang menjuarai Indonesia Open.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  19:52 WIB
Kalahkan Antonsen, Ini Tunggal Putra Taiwan Pertama yang Juara di Indonesia Open
Chou Tien Chen Juara Tunggal Putra di Indonesia open 2019. - Surya Rianto

Bisnis.com, JAKARTA - Chou Tien Chen, tunggal putra Taiwan, menjadi juara tunggal putra di Indonesia Open 2019 setelah bermain sengit melawan Anders Antonsen. Chou mencatatkan diri sebagai pemain tunggal putra Taiwan pertama yang juara di Indonesia Open.

Tunggal Taiwan itu menang di final lawan Antonsen lewat rubber set 21-18, 24-26, 21-15.

Chou mengatakan, dirinya sangat senang bisa meraih gelar turnamen level 1000 yg pertama sepajang karir.

"Saya akan terus berupaya untuk konsisten ke depannya," ujarnya dalam jumpa pers pada Minggu (21/07/2019).

Chou mengakui, dirinya sangat lelah di final. Apalagi, dia harus bermain rubber set beberapa pertandingan sebelumnya.

"Yang bisa saya lakukan hanyalah terus berusaha, menjaga mental, dan mengatur penggunaan stamina," ujarnya.

Set pertama, Chou sempat unggul jauh dari Antonsen, tetapi pemain Denmark itu mengejar hingga selisih poin akhir hanya berbeda 3 poin.

Sebenarnya, Chou terus memimpin di set kedua, tetapi Antonsen terus mengekor perolehan poin pemain Taiwan tersebut. Antonsen pun berhasil memaksa Chou bermain hingga rubber set.

Untungnya, Chou masih bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan.

Kemenangan Chou pun mengakhiri magis Antonsen di Istora Senayan. Setelah juara di Indonesia Master 2019, Antonsen membuat kejutan dengan mengandaskan Kento Momota di final, lalu kisah magisnya berlanjut di Indonesia Open 2019 dengan mencapai final.

Antonsen mengakui, pertandingan final cukup panjang dan melelahkan. Dia sempat bermain baik di set kedua, tetapi kerap melakukan kesalahan di set ketiga.

"Chou adalah pemain yang sangat hebat, dia tipe pemain taktik," ujarnya.

Dia menceritakan, dirinya bisa bangkit di set kedua dengan cara terus menyerang dan menguasai reli.

Antonsen yang merupakan pemain nonunggulan merasa pencapaiannya di Indonesia Open 2019 yang berstatus turnamen level 1000 sangat fantastis.

"Ini adalah salah satu pencapaian terbaik saya," ujarnya.

Adapun, perbedaan yang mencolok ketika menjuarai Indonesia Master dan menjadi finalis Indonesia Open adalah dukungan dari federasi.

"Saat Indonesia Master, saya ikut turnamen tanpa dukungan dari federasi, sedangkan saat ini saya sudah mendapatkan fasilitas lagi seperti, pelatih dan staff. Jelas, lebih baik kondisi saat ini," ujar Antonsen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
badminton

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top