Persaingan Ganda Putri Jepang, Matsutomo/Takahashi Belum Menyerah ke Olimpiade 2020

Kemenangan Hirota/Fukushima itu pun membuat mereka meraih gelar Indonesia Open dua tahun berturut-turut.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 21 Juli 2019  |  17:07 WIB
Persaingan Ganda Putri Jepang, Matsutomo/Takahashi Belum Menyerah ke Olimpiade 2020
Ganda putri Jepang, Misaki Matsutomo-Ayaka Takahashi - Bisnis.com/Surya

Bisnis.com, JAKARTA - Dua ganda putri Jepang berebut tambahan poin untuk ke Olimpiade 2020 di Final Indonesia Open 2019. Hasilnya, Sayaka Hirota/Yuki Fukushima berhasil membungkam seniornya Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dua set langsung 21-16, 21-18 selama 51 menit.

Kemenangan Hirota/Fukushima itu pun membuat mereka meraih gelar Indonesia Open dua tahun berturut-turut.

Hirota mengatakan, dirinya merasa tidak kesulitan menghadapi Matsutomo/Takahashi di set pertama. Melihat seniornya yang tidak begitu fit, mereka pun memilih bermain cepat.

Fukushima melanjutkan, momen terbaik dalam pertandingan final tadi adalah ketika permainan cepatnya bisa membuatnya raih kemenangan.

"Namun, momen terburuk adalah di set kedua ketika permainan kami terbaca. Kami terkecoh di sana, lawan pun bisa mendapatkan poin," ujarnya dalam jumpa pers pada Minggu (21/07/2019).

Di sisi lain, Matsutomo/Takahashi mengakui kondisi tubuhnya sedang tidak fit dalam tiga hari terakhir. Namun, mereka berupaya semaksimal mungkin agar bisa meraih gelar dan menambah pundi-pundi poin menuju Olimpiade 2020.

Matsutomo maupun Takahashi memang banyak melakukan kesalahan sendiri ketika bermain di final Indonesia Open 2019.

Matsutomo pun mengakui, dirinya banyak melakukan kesalahan ditambah lawan bermain dengan cukup cepat.

"Saya sudah mencoba ikuti ritme permainan lawan, ternyata lawan malah bermain lebih cepat," ujarnya.

*Persaingan Rebut Posisi di Olimpiade*

Sementara itu, final Indonesia Open 2019 sektor ganda putri menjadi ajang persaingan para pemain Jepang untuk merebut poin ke Olimpiade 2020. Apalagi, Jepang memiliki tiga wakil di peringkat 8 besar dunia yang bisa ke olimpiade, tetapi hanya dua wakil yang bisa melaju ke Olimpiade 2020.

Saat ini, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara menjadi ganda putri peringkat 1 dunia dan berada di posisi pertama untuk lolos ke Olimpiade 2020. Sejauh ini, Matsumoto/Nagahara sudah mengumpulkan 95.953 poin.

Hirota/Fukushima menjadi ganda putri kedua Jepang yanh siap ke Olimpiade setelah mengoleksi 91.052 poin, sedangkan Matsutomo/Takahashi menjadi ganda putri Jepang ketiga yang berada di peringkat 8 besar dengan 85.772 poin.

Matsutomo/Takahashi mengaku tidak akan menyerah untuk bisa meraih poin demi poin agar bisa lolos ke Olimpiade. Apalagi, ganda putri Jepang itu adalah peraih medali emas di Olimpiade 2016.

Takahashi mengatakan, persaingan ganda putri Jepang untuk menuju Olimpiade memang begitu ketat. Dirinya yakin peluang ke Olimpiade masih terbuka lebar.

"Awalnya, kami menargetkan bisa meraih poin lebih banyak di Indonesia, tetapi sayangnya harus kalah di final. Kami menargetkan bisa mencapai ke final di Jepang Open pekan depan demi menambah pundi-pundi poin ke Olimpiade," ujarnya.

Di sisi lain, persaingan ketat ganda putri Jepang untuk menuju Olimpiade 2020 membuat tekanan untuk meraih emas tidak begitu besar.

Takahashi menceritakan, ketika 2016, dirinya bersama Matsutomo mendapatkan tekanan cukup besar untuk bisa meraih emas.

"Tekanan datang dari semua pihak karena target emas itu, kami dan pelatih pun bekerja ekstra keras. Pada Olimpiade 2020, tekanan lebih ringan karena banyak ganda putri yang bisa berlaga di sana," ujarnya.

Adapun, Hirota/Fukushima juga bersemangat memburu poin demi bisa debut di Olimpiade 2020.

Hirota mengatakan, persaingan ganda putri Jepang untuk menuju Olimpiade memang sangat ketat. Untuk itu, dirinya akan berupaya mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.

"Olimpiade 2020 bisa menjadi debut kami. Untuk itu, kami berupaya agar bisa lolos ke sana, kalau senior kami [Matsutomo/Takahashi] kan sudah pernah di 2016," ujarnya.

Hirota pun mengakui ada tekanan di setiap pertandingan untuk menuju Olimpiade. Namun, tekanan itu tidak dijadikannya sebagai beban.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menang. Seperti senior kami, ketika sakit pun terus berusaha dan tidak menjadikannya sebuah alasan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top