Jelang Indonesia Open 2019, Tim.Ganda Putri Latihan Ekstra Keras

Berendam air es dilakukan tiap pemain ganda putri selama 30 detik, mereka harus merendam seluruh tubuh hingga ke leher. Ini diulang sebanyak delapan hingga sepuluh kali. Setelah berendam air es, mereka harus menyiram tubuh dengan air suhu normal.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  23:33 WIB
Jelang Indonesia Open 2019, Tim.Ganda Putri Latihan Ekstra Keras
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu - badmintonindonesia.org

Bisnis.com, JAKARTA - Jelang Blibli Indonesia Open 2019, tim ganda putri pelatnas melakukan latihan ekstra keras untuk menjaga kondisi fisik seperti lari di jogging track, latihan angkat beban di gym serta program recovery dengan berendam di air es. Hal ini dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi otot para pemain yang telah menjalani latihan berat dalam sebulan terakhir jelang BIO. 

“Para atlet kan sudah menjalani latihan fisik yang berat sekali, mereka butuh recovery. Persiapan jelang BIO sudah sebulan lebih dan sangat melelahkan, banyak terjadi inflamasi pada otot. Berendam air es bisa membantu recovery dan membuat robekan ototnya merapat kembali,” kata Ary Subarkah, pelatih fisik tim ganda putri seperti dilansir situs resmi PBSI, Jumat (12/7/2019).

Berendam air es dilakukan tiap pemain ganda putri selama 30 detik, mereka harus merendam seluruh tubuh hingga ke leher. Ini diulang sebanyak delapan hingga sepuluh kali. Setelah berendam air es, mereka harus menyiram tubuh dengan air suhu normal.

Selain berendam air es, atlet juga bisa melakukan recovery dengan pijat (massage), kompres bagian-bagian tertentu dengan es, serta contrass bath yaitu berendam di air es dan air hangat secara bergantian. 

“Sebetulnya bisa juga berendam di air es langsung ke air hangat, tapi teknik seperti ini (rendam air es saja tanpa air hangat) juga ada,” kata Ary kepada Badmintonindonesia.org.

Dituturkan Ary, program recovery sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Intensitas dan frekuensi program disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet. 

“Recovery itu ada indeksnya, ada hitungannya sendiri,” jelas Ary.

Setelah recovery otot tubuh, para atlet juga akan diprogramkan persiapan nutrisi lewat makanan untuk memaksimalkan kondisi tubuh jelang turnamen. 

“Habis ini harus makan makanan berprotein tinggi dan carbo loading. Setelah latihan berat, recovery dan relaksasi, lalu tubuh disuplai nutrisi, sehingga siap menghadapi turnamen,” tutur Ary.

Program recovery pun akan tetap berjalan selama turnamen. Tim pendukung akan mempersiapkan peralatan seperti recovery pump, maupun peralatan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top