Misi Mustahil Indonesia di Semifinal Piala Sudirman 2019

Laga semifinal Piala Sudirman bakal memanas karena mempertemukan Garuda Indonesia dengan Bird Jepang. Kira-kira, apakah Indonesia bisa menyelesaikan misi mustahilnya melawan Jepang?
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  15:49 WIB
Misi Mustahil Indonesia di Semifinal Piala Sudirman 2019
Herry IP, Praveen Jordan, Melati Daeva dan Richard Mainaky - badmintonindonesia.org

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia memastikan lolos ke semifinal Piala Sudirman 2019 setelah mengalahkan Taiwan 3-2. Namun, di babak Semifinal, Indonesia harus berhadapan dengan Bird Jepang yang membantai Malaysia 3-0 di babak perempat final. Bagaimana peluang Indonesia?

Misi Indonesia untuk bisa ke final Piala Sudirman, bahkan merengkuh gelar juara, tampaknya bakal cukup sulit. Berhadapan dengan Jepang, Indonesia harus mati-matian agar bisa menembus para pemain kelas dunia Negeri Sakura tersebut

Menuju Piala Sudirman, Jepang membawa 17 pemain andalannya yakni, Hiroyuki Endo, Takuro Hoki, Takeshi Kamura, Yugo Kobayashi, Kento Momota, Kenta Nishimoto, Keigo Sonoda, Yuta Watanabe, Yuki Fukushima, Arisa Higashino, Sayaka Hirota, Mayu Matsumoto, Misaki Matsutomo, Wakana Nagahara, Nozomi Okuhara, Ayaka Takahashi, dan Akane Yamaguchi.

Meskipun begitu, Jepang bukan tanpa celah. Ketika di Grup 1A, Jepang sempat kewalahan melawan tim nonunggulan Rusia.

Jepang harus menang 3-2 melawan Rusia. Namun, Negeri Sakura memang tidak memainkan pemain terbaiknya.

Pada tunggal putra, mereka menurunkan Kenta Nishimoto yang secara mengejutkan kalah dua set langsung dari Vladimir Malkov 18-21, 17-21.

Lalu, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe yang pernah membantai Kevin Sanjaya/Marcus Gideon juga kandas di tangan Juara All England 2016 Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov dua set langsung 19-21, 16-21.

Sisanya, Takuro Hoki/Wakana Nagahara di ganda campuran, Nozomi Okuhara di tunggal putri, dan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota di ganda putri mampu mengalahkan para pemain Rusia.

Nah, pada laga kedua menghadapi Thailand, Jepang pun gagal melakukan clean sheet setelah Akane Yamaguchi dikalahkan Pornpawee Chochuwong 21-9, 14-21, 20-22. Alhasil, Negeri Sakura menang 4-1.

Praveen Jordan/Melati Daeva memastikan langkah Indonesia ke semifinal Piala Sudirman 2019Praveen Jordan/Melati Daeva memastikan langkah Indonesia ke semifinal Piala Sudirman 2019. / PBSI

Ketika menghadapi Thailand, Jepang mengeluarkan seluruh pemain intinya dari Takeshi Kamura/Keigo Sonoda di ganda putra, Akane di tunggal putri, Kento Momota di tunggal putra, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi di ganda putri, dan Yuta Watanabe/Arisa Higashino di ganda campuran.

Lalu, di babak perempat final, Jepang mampu clean sheet melawan Malaysia setelah menang 3-0. Penyumbang poin Jepang antara lain, Kamura/Sonoda di ganda putra, Nozomi Okuhara di tunggal putri, dan Momota di tunggal putra.

Jepang Nyaris Tanpa Celah

Jepang yang menamakan timnya di Piala Sudirman kali ini Bird bisa dibilang hampir tanpa celah. Seluruh pemain cukup merata berada di 10 besar dunia.

Tunggal putra, Jepang punya Momota di peringkat pertama dan Nishimoto diperingkat ke-10.

Tunggal putri Jepang pun menguasai 5 besar dunia dari Nozomi di peringkat ke-2 dan Akane di peringkat ke-4.

Lalu, pada sektor ganda putra, Jepang memiliki Kamura/Sonoda di peringkat ke-2 dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe diperingkat ke-6.

Tontowi Ahmad, eks Ganda Campuran andalan Indonesia, mendukung rekan-rekannya bertanding di perempat final Piala Sudirman 2019Tontowi Ahmad, eks Ganda Campuran andalan Indonesia, mendukung rekan-rekannya bertanding di perempat final Piala Sudirman 2019./ PBSI

Di sektor ganda putri lebih ganas lagi, Jepang punya tiga pemain di 5 besar dunia yakni, Mayu/Wakan peringkat 1, Yuki/Sayaka peringkat 2, dan Misaki/Ayaka peringkat ke-4.

Terakhir, ganda campuran Jepang punya Yuta Watanabe/Arisha Higashino di peringkat ke-3 dunia.

Peluang Indonesia 

Harapan besar Indonesia berada di pundak ganda putra. Kevin/Marcus maupun Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan harus kerja keras untuk memastikan kemenangan dari Jepang.

Pada sektor ganda putra, kemungkinan Jepang bakal kembali menurunkan Kamura/Sonoda karena Yuta Watanabe yang berpasangan dengan Endo bakal main di ganda campuran.

Dari segi head to head, kedua pemain Indonesia yakni, Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan unggul dari Kamura/Sonoda.

Minions, julukan Kevin/Marcus unggul 8-5 dari pasangan Jepang tersebut. Minions pun mencatatkan kemenangan pada pertemuan terakhir di Badminton Asia Mixed Team Championship 2019.

Siluet Kevin Sanjaya dari bench tim Indonesia di perempat final Piala Sudirman 2019Siluet Kevin Sanjaya dari bench tim Indonesia di perempat final Piala Sudirman 2019./ PBSI

Lalu, The Daddies, julukan Hendra/Ahsan unggul 3-2 dari Kamura/Sonoda. Namun, pertemuan terakhir, The Daddies harus kalah dari Kamura/Sonoda di Singapura Open 13-21, 21-19, 17-21.

Peluang poin lainnya bisa datang dari ganda campuran. Dua pasangan campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva dan Hafiz Faisal/Gloria E. Widjaja punya bekal untuk mengandaskan Yuta/Arisa.

Secara head to head, Praveen/Melati unggul 1-0, tetapi memang pertandingan terakhir mereka terjadi pada Malaysia Open 2018. Namun, saat itu Praveen/Melati baru bersama sehingga perkembangan mereka mungkin bisa menyaingi perkembangan Yuta/Arisha.

Di sisi lain, Hafiz/Gloria kalah 1-2 secara head to head dengan Arisa/Yuta. Namun, Hafiz/Gloria mampu menang di pertandingan terakhirnya di World Tour Finals akhir 2018 dalam tiga set 21-18, 16-21, 21-18.

Jika ganda campuran Indonesia dalam peforma terbaiknya, bukan tidak mungkin bisa mencuri poin dari BIRD Jepang.

Mengejar Peluang Menang Sangat Tipis

Sementara itu, peluang Indonesia menang pada tiga sektor lainnya sangat tipis sekali. Garuda Indonesia bisa menang jika tunggal putra atau ganda putri bermain ekstra keras melawan uletnya bintang-bintang Jepang.

Pada sektor ganda putri, Greysia Polli/Apriani Rahayu berkali-kali dimatikan langkahnya di semifinal oleh ganda Jepang.

Head to head Greysia/Apriyani melawan ganda putri nomor satu dunia Mayu/Wakana 0-2 dengan pertandingan terakhir di Prancis Open 2018.

Lalu, Greysia/Apriyani juga kandas 2-6 dari Yuki/Sayaka. Head to Head dengan Misaki/Ayaka juga beda cukup jauh 2-9.

Greysia Polli/Apriyani menyeimbangkan kedudukan 2-2 di Perempatan final Piala Sudirman 2019Greysia Polli/Apriyani menyeimbangkan kedudukan 2-2 di Perempatan final Piala Sudirman 2019./ PBSI

Namun, peforma Greysia/Apriyani bisa dibilang cukup konsisten sepanjang piala sudirman kali ini, meskipun mereka belum melawan pasangan tangguh sepanjang turnamen kali ini.

Jika dewi fortuna hadir di sisi Greysia/Apriyani, bukan tidak mungkin langkah Indonesia ke final menjadi kenyataan.

Peluang Indonesia mencuri poin lainnya datang dari tunggal putra. Jonatan Christie dan Anthony Ginting bisa saja mengandaskan Kento Momota jika mereka dalam peforma terbaiknya.

Sejauh ini, Jojo, sapaan Jonatan, yang memiliki rekor terbaik melawan Momota. Jojo memang kalah head to head 1-2 dari Momota, tetapi pertemuan terakhir dimenangkan oleh tunggal Indonesia itu dua set langsung 22-20,21-15 di Malaysia Open.

Jonatan Christie gagal mempertahankan rekor tak terkalahkannya ketika melawan Chou Tien Chen di Perempat Final Piala Sudirman 2019Jonatan Christie gagal mempertahankan rekor tak terkalahkannya ketika melawan Chou Tien Chen di Perempat Final Piala Sudirman 2019./ PBSI

Adapun, head to head Ginting dengan Momota 3-7. Terakhir kali Ginting mampu menang dari Momota pada China Open 2018.

Namun, melihat penampilan Jojo melawan Chou Tien Chen Jumat (24/05/2019) membuat pesimistis tunggal putra Indonesia itu bisa meraih poin dari Momota. Di sisi lain, kinerja Ginting juga tidak terlalu bagus setelah kandas dari Axelsen pada pertandingan terakhir babak grup.

Tunggal Putri masih Sulit Bersaing

Indonesia membawa dua tunggal putri yakni, Gregoria Mariska dan Fitriani. Peringkat tertinggi dipegang oleh Gregoria di peringkat ke-15 dunia, sedangkan Fitriani di peringkat ke-30 dunia

Namun, Gregoria gagal memberikan perjuangan terbaiknya ketika menghadapi Tai Tzu Ying di babak perempat final melawan Taiwan. Gregoria kalah dua set langsung 16-21, 14-21.

Secara head to head, Gregoria kalah 0-3 dari Nozomi, sedangkan lawan Akane juga kalah 1-2. Satu-satunya kemenangan Gregoria atas Akane terjadi pada Asian Games 2018.

Gregoria Mariska gagal mengalahkan tunggal putri peringkat 1 dunia asal Taiwan Tai Tzu Ying di Perempat Final Piala Sudirman 2019Gregoria Mariska gagal mengalahkan tunggal putri peringkat 1 dunia asal Taiwan Tai Tzu Ying di Perempat Final Piala Sudirman 2019./PBSI

Begitu juga dengan Fitriani, pemain tunggal putri Indonesia itu selalu kalah ketika berhadapan dengan tunggal putri Jepang. Secara head to head, Fitriani kalah 0-2 dari Nozomi dan 0-1 dari Akane

Apakah Garuda Indonesia bisa menghempaskan Bird Jepang pada semifinal Piala Sudirman yang digelar besok pada pukul 18:00 waktu setempat?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
piala sudirman

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top