Bertemu Presiden IOC Thomas Bach, Wapres JK Percaya Diri Indonesia Masuk Kandidat Kuat Tuan Rumah Olimpiade 2032

Pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan pejabat IOC ini merupakan komitmen rangkaian kesiapan Indonesia. Sebelumnya pada 20 September 2018,
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 17 Mei 2019  |  14:32 WIB
Bertemu Presiden IOC Thomas Bach, Wapres JK Percaya Diri Indonesia Masuk Kandidat Kuat Tuan Rumah Olimpiade 2032
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan keterangan di Jakarta. - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia menegaskan komitmennya untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Penegasan itu ditunjukan dengan pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan President of The International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach di sela Sidelines of Global Platform on Disaster Risk Reduction di Jenewa, Swiss.

"Saya percaya diri bahwa Indonesia akan menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032,” kata Jusuf Kalla dalam keterangan tertulis, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, Indonesia telah memiliki pengalaman mengelola olahraga multicabang terbesar kedua di dunia Asian Games pada 2018. Pengalaman ini menjadi bekal yang cukup bahwa Indonesia mampu mengelola olimpiade.

Pertemuan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan pejabat IOC ini merupakan komitmen rangkaian kesiapan Indonesia. Sebelumnya pada 20 September 2018, Presiden Republik Indonesia telah mengirimkan surat resmi kepada President of The International Olympic Committee (IOC).

“Indonesia ingin melakukan dialog dengan IOC melalui Komite Olimpiade Nasional Indonesia untuk membahas langkah-langkah serta pengaturan lebih lanjut yang dapat dilakukan guna memastikan persiapan yang lancar dan sukses untuk penawaran kami,” tegasnya.

Lebih jauh, Wapres memaparkan partisipasi aktif Indonesia dalam forum olahraga internasional yang dilakukan dengan mendukung prinsip-prinsip sportif yang berlaku secara global, netral dan tidak diskriminatif, serta menegakkan tata pemerintahan yang baik, dan juga mendukung kesetaraan gender.

“Indonesia juga percaya bahwa olahraga dan acara olahraga dapat berfungsi sebagai sarana yang efektif untuk mencapai target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan bahkan berkontribusi terhadap perdamaian dunia,” terangnya.

Karena itu, lanjut Wapres, merupakan keharusan bagi Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai acara internasional dan dialog yang berkaitan dengan pengembangan pemuda dan olahraga.

“Seperti yang mungkin Anda ketahui, Indonesia adalah anggota aktif dari the Group of Friends on Sport for Development and Peace,” ucapnya.

Selain itu, Wapres juga melihat pentingnya komunitas global memanfaatkan olahraga untuk menciptakan platform perdamaian yang mempromosikan persatuan.

“Prinsip-prinsip non-diskriminatif dan netral bisa menjadi elemen kuat untuk membangun modalitas konstruktif untuk menciptakan lebih banyak perdamaian, mengembangkan daya saing positif, dan tentunya mempromosikan kehidupan manusia yang lebih sehat, tanpa memandang jenis kelamin atau ras,” tuturnya.

Diakhir pertemuan Wapres tak lupa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dialog yang membangun tersebut.

“Kami berharap dapat bertemu dengan Anda dalam waktu dekat untuk membahas pencalonan kami menjadi tuan rumah Olimpiade XXXV pada 2032,” harapnya.

Dalam pertemuan ini Wapres didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, Duta Besar RI Bern Muliaman D. Hadad, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Erick Thohir, dan Muhammad Luthfi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indonesia, jusuf kalla, olimpiade

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top