Ambisi Juara Piala Sudirman 2019, Menakar Peluang Indonesia di Nanning

Indonesia masih memiliki ambisi untuk kembali membawa pulang Piala Sudirman ke tanah air. Nah, dengan komposisi tim saat ini, apakah Indonesia mampu membawa pulang gelar itu?
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  11:43 WIB
Ambisi Juara Piala Sudirman 2019, Menakar Peluang Indonesia di Nanning
Indonesia di podium Badminton Asia Mixed Team 2019 - PBSI

Bisnis.com, JAKARTA -- Piala Sudirman 2019 bakal digelar pada akhir pekan depan. Indonesia tergabung dalam Grup 1 B bersama Denmark dan Inggris. Bagaimana dengan peluang Indonesia di turnamen tersebut?

Pada dua tahun lalu, Indonesia harus pulang dari Australia dengan kepala tertunduk setelah gagal lolos grup. Indonesia kalah selisih poin dari Denmark yang berada di posisi kedua, sedangkan India memuncaki klasemen dengan keunggulan selisih poin dari Denmark.

Gelaran Piala Sudirman di China ini bisa menjadi momentum Indonesia untuk bangkit, setidaknya bisa lolos grup.

Pasukan Indonesia di Piala Sudirman
PemainSektor
Jonathan ChristieTunggal Putra
Anthony GintingTunggal Putra
Shesar HirenTunggal Putra
Kevin Sanjaya Ganda Putra
Marcus F. GideonGanda Putra
Hendra SetiawanGanda Putra
Mohamad AhsanGanda Putra
Fajar AlfianGanda Putra
Muhammad Rian ArdiantoGanda Putra
Tontowi AhmadGanda Campuran
Praveen JordanGanda Campuran
Hafiz FaizalGanda Campuran
Gregoria MariskaTunggal Putri
FitrianiTunggal Putri
Greysia PolliGanda Putri
Apriyani RahayuGanda Putri
Ni Ketut Mahadewi IstaraniGanda Putri
Gloria E. WidjajaGanda Campuran
Melati Daeva O. Ganda Campuran
Winny O. KandowGanda Campuran

Secara head to head, Indonesia memiliki kans besar untuk lolos sebagai juara grup 1 B tersebut. Materi pemain Indonesia secara keseluruhan bisa dibilang mayoritas unggul dari Denmark dan Inggris.

Namun, Tim Garuda tidak bisa menutup mata begitu saja, konsistensi para pemain harus stabil demi menjaga momentum.

Peluang Melawan Denmark

Denmark telah mengumumkan pemain yang akan di bawanya ke Nanning, China, tempat penyelenggaraan Piala Sudirman.

Denmark membawa 13 pemain termasuk, andalan tunggal putranya Viktor Axelsen sampai pemain veteran Mathias Boe.

Jika melihat komposisi pemain Denmark, Indonesia punya peluang mencuri poin dari ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Dari sisi ganda putra, Indonesia memiliki catatan baik jika bertemu dengan ganda putra Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.

Dari tiga ganda putra yang dibawa Indonesia, dua diantaranya yakni, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon dan Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan, memiliki rekor apik.

Pasukan Denmark di Piala Sudirman 2019
PemainSektor
Viktor AxelsenTunggal Putra
Anders AntonsenTunggal Putra
Mia BlichfeldtTunggal Putri
Line Kjærsfeldt Tunggal Putri
Kim AstrupGanda Putra
Anders Skaarup RasmussenGanda Putra
Mathias Christiansen Ganda Campuran
Maiken FruergaardGanda Putri
Sara ThygesenGanda Putri/Campuran
Mathias BoeGanda Putra
Rikke Søby Hansen Ganda Putri/Campuran
Niclas Nøhr.Ganda Campuran
Alexandra Bøje Ganda Putri/Campuran

Secara head to head, Minions, julukan Kevin/Marcus, unggul 7-1 atas Astrup/Rasmussen, sedangkan The Daddies, julukan Hendra/Ahsan, unggul 5-0 atas pemain Denmark tersebut.

Hanya Fajar Alfian/Rian Andrianto yang kalah 0-2 dari ganda Denmark tersebut. Pertemuan terkahir mereka terjadi di Malaysia Open 2018 dan kalah rubber set 21-17, 14-21, 10-21.

Lalu, siapa ganda putra kedua Denmark? tampaknya mereka akan mengombinasikan Mathias Boe dengan pemain lainnya. Selain Astrup/Rasmussen, Denmark juga membawa dua pemain spesialis ganda campuran dan putra yakni, Niclas Nohr dan Mathias Christiansen.

Sebenarnya, pasca berpisah dengan Carsten Mogensen, Boe berpasangan dengan Mads Conrad Petersen, tetapi pemain itu tidak menjadi bagian tim Denmark di Piala Sudirman kali ini.

Sementara itu, dari sisi ganda putri, Denmark tampaknya bakal mengandalkan Maiken Frergaard/Sara Thygesen selaku peringkat ke-19.

Nah, Indonesia hanya membawa Greysia Polli/Apriyani Rahayu dalam Piala Sudirman kali ini. Adapun, Ni Ketut Mahadewi Istarani bakal dikombinasikan dengan Greysia, Apriani, atau pemain putri Ganda Campuran seperti, Winny Oktavina Kandow, Melati Daeva, dan Gloria E. Widjaja.

Secara head to head, Greysia/Apriyani unggul 3-0 atas Fruegaard/Thygesen. Namun, pertemuan terakhir mereka terjadi enam bulan lalu ketika Prancis Open 2018. Pasangan Indonesia menang lewat rubber set 18-21, 21-16, 21-12.

Dari sektor ganda campuran, Peluang Indonesia meraih poin sangat besar setelah Denmark tidak membawa Christinna Pedersan, pasangan dari Mathias Christiansen, yang kini menduduki peringkat ke-14 dunia.

Pasangan yang dibawa Denmark adalah Niclas Nohr/Sara Thygesen peringkat ke-46 dunia. Selain itu, Christiansen bisa saja dikombinasikan dengan pemain putri sektor ganda yang dibawa Denmark.

Dari tiga pasangan ganda campuran yang dibawa Indonesia, hanya Praven Jordan/Melati yang pernah bertemu dengan Nohr/Thygesen. Secara head to head pasangan Indonesia kalah 0-1, tetapi itu terjadi ketika Praven baru dipasangkan dengan Melati di Jerman Open pada Maret 2018.

Peluang Sektor Tunggal

Sementara itu, sektor tunggal putra diharapkan bisa memberikan poin ketika melawan Denmark. Apalagi, Jonathan Christie maupun Anthony Ginting sudah mampu mengalahkan Viktor Axelsen yang kini menduduki peringkat ke-3 dunia.

Denmark pun membawa dua pemain tunggal putra yakni, Axelsen dengan Anders Antonsen. Secara head to head, pertemuan Jonathan Christie dengan kedua pemain tunggal putra Denmark itu tidak terlalu bagus. Jojo, sapaan Jonathan, kalah 1-3 dari Axelsen dan 0-1 dari Antonsen.

Nah, Ginting memiliki rekor yang lebih bagus ketika bertemu dengan tunggal Denmark tersebut. Dia mencatat keunggulan head to head dengan Axelsen 2-1 dan Antonsen 1-0.

Lalu, bagaimana dengan nasib tunggal putri Indonesia di Piala Sudirman?

Jika melihat historis peforma dalam beberapa turnamen terakhir tampaknya masih cukup sulit untuk berbuat lebih. Kecuali, racikan bumbu latihan dan strategi Riony Mainaky, pelatih anyar tunggal putri Indonesia, sudah mampu mengubah pola sampai mental bertanding mereka.

Pada Piala Sudirman kali ini, Denmark menurunkan tunggal putri peringkat ke-19 dunia yakni, Line Hojmark Kjaersfeldt dan pemain peringkat 22 dunia Mia Blichfeldt.

Menariknya, secara head to head, tunggal putri Indonesia cenderung unggul melawan tunggal Denmark tersebut.

Head to head Gregoria Mariska yang kini peringkat ke-16 dunia unggul 1-0 dari Kjaersfeldt. Lalu, dia juga unggul 2-1 dari Blichfeldt.

Begitu juga dengan Fitriani yang kini menghuni peringkat ke-30 dunia. Fitriani mencatat head to head 1-1 dengan Kjaersfeldt dan 2-0 dengan Blichfeldt.

Ancaman dari Tim Inggris?

Sampai saat ini, belum ada data resmi tim yang akan dikirim oleh Inggris ke Piala Sudirman, termasuk dari situs resmi federasinya.

Jika melihat secara peringkat, ancaman Inggris hanya datang dari sektor ganda campuran. Negeri Ratu Elizabeth itu memiliki dua ganda campuran peringkat ke-9 dan 10 dunia yakni, Chris Adcock/Gabrielle Adcock dan Marcus Ellis/Lauren Smith.

Selain itu, mereka juga memiliki ganda putra peringkat 17 dunia yakni, Marcus Ellis/Chris Langridge. Sisanya, pemain peringkat di bawah 30 besar seperti, tunggal putra Rajiv Ouseph peringkat ke-37 dunia, tunggal putri Chloe Birch peringkat ke-48 dunia, dan ganda putri Chloe Birch/Lauren Smith peringkat ke-32 dunia.

Namun, Rajiv Ouseph memiliki daya juang tinggi dan permainan yang ulet. Tommy Sugiarto, tunggal putra senior Indonesia, beberapa kali dipersulit oleh tunggal Inggris tersebut.

Tantangan Besar di Babak Gugur

Nah, tantangan besar Indonesia selanjutnya adalah pada babak gugur. Pasalnya, peluang bertemu dengan tim besar lainnya sangat besar.

Beberapa tim besar yang perlu diwaspadai adalah Jepang, China, Thailand, Taiwan, India, dan Korea Selatan. 

Pasalnya, secara komposisi, tim-tim itu memiliki pemain yang lebih merata, sedangkan Indonesia kerap mengandalkan dari sektor ganda karena sektor tunggal masih sulit bersaing di papan atas dunia.

Manajer Tim Indonesia Susy Susanti mengatakan, Indonesia berada di urutan 3/4 dalam daftar unggulan Piala Sudirman kali ini. Untuk itu, ada rasa optimistis peluang membawa piala itu ke Indonesia.

"Kami maunya sih bisa bawa pulang Piala Sudirman ke tanah air," ujarnya dikutip dari situs resmi PBSI.

Sejauh ini, indonesia baru sekali mengangkat Piala Sudirman pada gelaran pertamanya 1989 di Jakarta. Setelah itu, Indonesia hanya mampu sampai ke final sebanyak 6 kali.

Terakhir, Indonesia ke final pada Piala Sudirman 2007. Namun, tim Garuda harus kandas dari China dengan skor telak 3-0.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis, pbsi, badminton

Sumber : BWF, BadmintonDenmark.com, PBSI

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top