Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GP Argentina 2019: Menanti Drama di SirkuitTermas de Rio Hondo

GP Argentina 2019: Menanti Drama di SirkuitTermas de Rio Hondo
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Maret 2019  |  08:54 WIB
Marc Marquez - Reuters
Marc Marquez - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - GP Argentina menampilkan start yang teraneh musim lalu. Mengawali balapan dengan ban basah, para pebalap sebelum start mengganti motor mereka dengan ban kering (slick).

Setelah pebalap kembali ke grid, race director mengharuskan semua pebalap yang berganti motor untuk start lima grid di belakang Jack Miller (Ducati), satu-satunya pebalap yang tidak mengganti motornya, yang meraih pole position tahun lalu.

Start semakin aneh ketika Marc Marquez mendapati mesin motornya mati menjelang start dan berusaha menyalakannya kembali dengan mendorongnya ke depan grid sementara pebalap lain sudah bersiap dari posisi startnya masing-masing.

Dari 2014 hingga 2017, Marquez selalu start terdepan di Argentina dan meraih podium juara di sana pada 2014 dan 2016.

Pada 2015 dia terjatuh setelah bersenggolan dengan Valentino Rossi, kemudian dua tahun berikutnya pada 2017 dia kembali terjatuh ketika memimpin balapan.

Musim lalu menjadi semakin drama bagi pebalap asal Spanyol itu. Walaupun memiliki kecepatan di balapan, namun Marquez gagal meraih poin karena mendapat tiga kali penalti dan juga bersenggolan kembali dengan Rossi, kali ini "the Doctor" yang terjatuh di trek.

Rekan satu tim Marquez, Jorge Lorenzo, memastikan diri akan tampil di GP Argentina walaupun masih dalam masa pemulihan paska operasi pergelangan tangan dan juga usai mengalami retak tulang rusuk akibat terjatuh di Losail.

Setelah balapan di gurun Qatar, tim rival Yamaha akan memperbaiki diri di Argentina. Rossi memenangi balapan di sana pada 2015, sementara Maverick Vinales meraih trofi juara GP Argentina dua tahun lalu.

Pabrikan asal Iwata itu juga menyediakan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) dan rekan satu timnya Fabio Quartararo dengan mesin 2019.

Quartararo, yang harus start dari pit karena motornya mati di grid, adalah salah satu pebalap tercepat di trek Losail terutama di saat sesi latihan bebas. Pebalap Prancis itu tentunya masih memiliki banyak ruang untuk menunjukkan potensinya.

Walaupun baru turun dua kali di Argentina di kelas MotoGP, Alex Rins (Suzuki Ecstar) bisa menjadi ancaman nyata bagi pebalap lainnya di Argentina.

Balapan tahun lalu di Sirkuit Termas menjadi tempat pebalap Suzuki itu meraih podium pertamanya di kelas premier.

Finis di dalam peringkat enam besar di delapan balapan terakhir, Rins akan menawarkan tontonan menarik sebagai penantang para pebalap terdepan bersama rekan satu timnya, pebalap rookie Joan Mir, yang juga bersinar ketika turun di balapan perdana di kelas MotoGP di Qatar.

Aleix Espargaro (Aprilia Racing Team Gresini) yang finis di peringkat 10 besar di Qatar akan berusaha menjinakkan trek Termas untuk meraih poin lebih banyak dari yang ia raih di Losail bersama rekannya, Andrea Ianonne, yang hampir naik podium pada 2015 walaupun ketika itu dengan motor yang berbeda.

Johann Zarco (Red Bull KTM Factory Racing) meraih satu poin di Qatar dan akan berusaha lebih keras untuk mengamankan poin kembali dengan rekannya Pol Espargaro, yang finis P11 di Argentina tahun lalu.

Balapan seri kedua MotoGP 2019 di Sirkuit Termas de Rio Hondo akan digelar pada Minggu 31 Maret pukul 15:00 waktu setempat atau Senin, 1 April pukul 01:00 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

MotoGP

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top