World Tour Finals 2018: Cedera Leher Marcus Sakitnya Sampai ke Mata

Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memutuskan untuk mundur dari arena World Tour Finals 2018 karena Marcus mengalami cedera pada leher bagian kanan belakang.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 14 Desember 2018  |  17:43 WIB
World Tour Finals 2018: Cedera Leher Marcus Sakitnya Sampai ke Mata
Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya usai mengalahkan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. - Dok. PBSI

Bisnis.com, JAKARTA - Ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon memutuskan untuk mundur dari arena World Tour Finals 2018 karena Marcus mengalami cedera pada leher bagian kanan belakang.

Sedianya Kevin/Marcus akan menjalani laga penyisihan terakhir di grup A melawan Han Chengkai/Zhou Haodong (China) pada malam ini. Namun dua terapi ternyata tak cukup meringankan sakit di leher Marcus, padahal semalam ia masih optimis bisa bertanding hari ini.

"Otot leher Marcus kemarin ketarik, dia takut tambah parah, jadi lebih baik mundur. Sudah kami minta dipikirkan lagi, dan akhirnya diputuskan mundur. Sudah terapi dua kali dan hasilnya memang tidak bisa langsung, tidak bisa seratus persen, soal parah atau tidaknya masih belum tahu, dia butuh istirahat dulu sekarang," ujar Aryono Miranat, Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI di situs PBSI, Jumat (14/12/2018).

Aryono menjelaskan bahwa Marcus pertama kali merasa ada yang salah dengan lehernya saat pertandingan penyisihan grup pertama melawan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark).

"Kejadiannya itu waktu menghadapi pasangan Denmark, (Kim) Astrup/(Anders Skaarup) Rasmussen, saat itu pertandingannya keras, mungkin ada pukulan yang tidak pas atau maksa. Kan kelihatan di video pertandingannya kalau dia sering menggeleng-gelengkan kepalanya karena lehernya sakit. Semalam pun melawan Li (Junhui)/Liu (Yuchen) juga tidak maksimal,"tambahnya.

"Kondisinya sekarang lehernya masih sakit, sekarang nyerinya sampai ke mata, jadi matanya seperti kedutan. Marcus sudah lapor ke referee dan diminta menjelaskan histori cederanya ke dokter pertandingan," jelas Aryono.

Dari tiga laga, Kevin/Marcus mengalami kekalahan dari Li Junhui/Liu Yuchen (Tiongkok), dengan skor 18-21, 22-24, serta satu kemenangan dari Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) dengan skor 20-22, 21-17, 21-13.

"Kondisi Kevin/Marcus ya bagaimana, nggak down sih, kalau sudah soal cedera kan susah ngomongnya. Kevin masih mau main, tapi keadaannya begini, jadi mereka sepakat untuk mundur saja. Ini yang terbaik untuk mereka, karena awal tahun depan sudah harus tanding lagi. Tahun depan masih banyak pertandingan penting menjelan olimpiade," pungkas Aryono.

Sementara itu, Marcus pun memberi keterangan soal kondisi terakhirnya.

"Jadinya memang mundur, leher saya terasa nyut-nyutan sampai ke mata kanan. Leher saya juga terasa kencang. Saya tidak mau memaksakan, takut tambah parah," komentar Marcus kepada Badmintonindonesia.org.

Kevin/Marcus rencananya akan membela klub masing-masing di ajang Tiket.com Kejurnas PBSI 2018. Namun Marcus mengatakan masih belum bisa memastikan apakah ia bisa turun di kejurnas dan ingin melihat perkembangan cederanya terlebih dulu. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Sumber : Badminton Indonesia

Editor : Andhika Anggoro Wening
Top