World Tour Finals: Gagal Susul Kevin/Marcus ke Guangzhou, Ini Pelajaran Bagi Fajar/Rian

Niat awal ganda putra Fajar Alfian/Rian Ardianto mengikuti Syed Modi International Badminton Championships dan Korea Masters 2018 adalah mengumpulkan poin kualifikasi menuju BWF World Tour Finals 2018.
Samdysara Saragih | 30 November 2018 13:21 WIB
Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardianto - Badminton Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA -- Niat awal ganda putra Fajar Alfian/Rian Ardianto mengikuti Syed Modi International Badminton Championships dan Korea Masters 2018 adalah mengumpulkan poin kualifikasi menuju BWF World Tour Finals 2018.

Dua turnamen BWF World Tour Super 300 itu diharapkan dapat mengompensasi poin yang urung didapat dari Denmark Open dan French Open 2018. Fajar/Rian batal bertanding di Eropa karena Fajar harus pulang ke Indonesia dengan alasan masalah keluarga.

Gara-gara tidak berkeringat di Denmark dan Prancis, peringkat Fajar/Rian alias Fajri terlempar dari Top 8 pemeringkatan menuju BWF World Tour Finals 2018. Secara matematis, status juara di Syed Modi dan Korea Masters memang memungkinkan pasangan tersebut kembali ke Top 8.

Apalagi, poin dari dua turnamen itu awalnya memang direncanakan masuk penghitungan kualifikasi ke Guangzhou, kota tempat BWF World Tour Finals 2018 digelar. Namun, pekan lalu dalam rilis resminya BWF mengeluarkan Korea Masters dari daftar pengumpulan poin untuk kualifikasi.

Akibatnya, sejauh apa pun pebulu tangkis melangkah di Korea Selatan tidak mempengaruhi akumulasi poin ke turnamen pamungkas berhadiah total US$1,5 juta tersebut.

Entah ada hubungannya atau tidak dengan perubahan itu, Fajar/Rian tampil melempem di Korea Masters. Peraih medali perak Asian Games 2018 tersebut langsung tersingkir di babak 32 besar dari pasangan gado-gado Korea Selatan dan Malaysia, Kim Sa Rang/Tan Boon Heong, dengan skor 13-21, 21-18, dan 12-21.

Andai meraih juara di Korea, Fajar/Rian sebenarnya mampu mendongkrak posisi di pemeringkatan menuju BWF World Tour Finals 2018. Sebelum ke Syed Modi dan Korea Masters, Fajri menduduki peringkat 12 dengan 58.250 poin.

Bila kampiun di dua turnamen itu—mendapat 14.000 poin—maka poin Fajar/Rian akan tembus 72.250 poin. Koleksi poin sebanyak itu cukup bagi Fajar/Rian mengkudeta posisi lima yang diduduki oleh Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Untuk bermain di Guangzhou, peringkat Fajri memang harus berada di atas Ahsan/Hendra. Pasalnya, BWF membatasi dua wakil dari setiap negara bermain di Guangzhou meski ada lebih dari dua jagoan di posisi Top 8. Satu wakil Merah Putih sudah pasti digenggam Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon yang menjadi ganda nomor wahid selama satu tahun ini.

Sayangnya, skenario meloloskan Fajri tidak kesampaian. Pasangan Pelatnas Cipayung itu memang akhirnya juara di Syed Modi. Dengan tambahan 7.000 poin sebagai kampiun di India, koleksi poinnya bertambah menjadi 65.250 poin.

Dalam rilis pemeringkatan menuju BWF World Tour Finals 2018 yang diumumkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Kamis (29/11/2018), Fajri hanya merangsek ke peringkat sembilan.

Pemeringkatan pekan ke-48 ini menjadi batas terakhir kualifikasi karena hasil Korea Masters 2018--termasuk juara sekalipun--tidak dihitung poinnya.

Kesempatan Fajri berlaga di Guangzhou sebenarnya sangat besar mengingat pada September 2018 pasangan tersebut berada di peringkat dua. Setelah tampil cemerlang di Asian Games, performa Fajar/Rian malah tidak konsisten sehingga posisinya terus melorot.

Kegagalan ini mesti jadi pelajaran bagi Fajri untuk tahun depan.

Tag : bulutangkis
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top