F1: Red Bull Tinggalkan Renault Sebagai Pemasok Mesin

Red Bull dan Renault, sebagai pemasok mesin, resmi berpisah pada Senin (26/11/2018) selepas GP Abu Dhabi yang mengakhiri salah satu kemitraan paling sukses di Formula 1.
Newswire | 26 November 2018 17:16 WIB
Pembalap Red Bull Max Verstappen - Reuters/Francois Lenoir

Bisnis.com, ABU DHABI – Red Bull dan Renault, sebagai pemasok mesin, resmi berpisah pada Senin (26/11/2018) selepas GP Abu Dhabi yang mengakhiri salah satu kemitraan paling sukses di Formula 1.

Untuk menandai itu, Managing Director Renault Sport Racing Cyril Abiteboul memberi bos Red Bull Christian Horner mainan berbentuk tupai, yang menyimbolkan julukan Horner si "tupai pemarah”.

"Mainan itu ada di tembok pit, saya menghabiskan balapan dengannya. Tupai yang terlihat pemarah," kata Horner.

Kemitraan yang pernah dominan itu akhir-akhir ini diwarnai dengan kekecewaan Red Bull karena di era mesin V6 turbo hybrid mesin Renault kekurangan tenaga dan tidak tahan banting dibandingkan dengan mesin Mercedes dan Ferrari.

Red Bull akan membalap dengan mesin Honda musim depan, sedangkan Renault, yang membawa Daniel Ricciardo bersama mereka, akan fokus di tim pabrikan mereka dan McLaren, yang menjadi klien mereka.

"Ketika satu babak usai, babak yang lain terbuka dan kami sangat menantikan musim 2019," kata Horner.

Kemitraan Renault dan Red Bull telah membawa mereka memenangi 59 balapan dengan 160 podium, 60 pole position, 60 lap tercepat dan delapan juara dunia, empat di antaranya diraih Sebastian Vettel di 2010-2013.

"Di Red Bull kami mememukan rekan yang bisa memberikan tantangan lebih. Bersama, kami telah meraih hasil yang luar biasa dan nantinya rekor kami akan dikenang," kata Abiteboul.

"Kami berharap yang terbaik untuk Red Bull di langkah selanjutnya, dan kami menantikan persaingan kami di trek musim yang akan datang," lanjutnya.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : f1
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top