KONI Copot Sudirman dari Posisi Ketua BAORI

KONI Pusat secara resmi mencopot Sudirman sebagai ketua BAORI melalui Musornaslub pada Jumat (23/11/2018).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 November 2018  |  20:02 WIB
KONI Copot Sudirman dari Posisi Ketua BAORI
Ketua KONI Pusat Tono Suratman - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat secara resmi mencopot Sudirman sebagai ketua Badan Arbitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) melalui Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) di Jakarta pada Jumat (23/11/2018).

Pencopotan ketua badan pengadil olahraga Indonesia itu, kata Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman didasarkan beberapa hal dan sudah melalui tahapan sebelumnya akhirnya dibawa ke Musornaslub KONI yang dihadiri mayoritas anggota.

"Dasarnya adalah pertama rangkap jabatan, kedua banyak keputusan yang tidak transparan, dan ketiga tidak mampu menyusun kepengurusan yang baik," ungkapnya selepas penetapan keputusan Musornaslub KONI.

Sudirman diangkat sebagai ketua BAORI pada Musornaslub KONI pada 2017. Sesuai dengan aturan yang ada, masa kerjanya baru berakhir 2021. Sebelum menjadi Betua BAORI, Sudirman merupakan ketua Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB WI).

Menurut Tono, sebelum digelarnya Musornaslub pihaknya telah melakukan penyelesaian secara adat atau internal. Namun, proses yang dilakukan tidak membuahkan hasil sehingga pihaknya harus mengumpulkan anggota untuk menggelar Musornaslub dengan agenda tunggal pencopotan Ketua BAORI.

"Untuk mengisi kekosongan posisi ketua BAORI, Musornaslub menunjuk Ketua Bidang Hukum KONI Amir Karyatin sebagai pelaksana tugas hingga dilalukannya lagi Musornaslub pada 2019," kata Tono.

Terkait dengan keputusan BAORI selama kepemimpinan Sudirman, Tono menjelaskan pihaknya akan melakukan peninjauan kembali. Jika hasil peninjauan tidak sesuai, keputusan yang ada bakal dianulir dan jika sudah tepat akan dijalankan.

Beberapa keputusan BAORI yang sempat menjadi polemik di antaranya adalah dualisme Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) antara versi Tahir dan Oegroseno. Selain itu terkait dengan Pengprov PBSI Sumatra Utara.

Sementara itu mantan ketua BAORI Sudirman mengaku tidak tinggal diam dengan apa yang terjadi di Musornaslub. Menurut dia, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut karena selama ini pihaknya berjalan on the track.

"Terus terang saya tidak punya beban. Sudah tiga kali BAORI dizalimi. Semua tahu keputusan BAORI tidak ada yang dipermasalahkan di pengadilan. Kami menilai apa yang terjadi karena BAORI tidak mau diintervensi," tuturnya usai Musornaslub.

Sudirman membenarkan jika apa yang terjadi di antaranya adalah buntut keputusan BAORI yang memenangkan gugatan PTMSI di bawah pimpinan Oegroseno. Di sisi lain KONI mendukung PTMSI di bawah pimpinan konglomerat, Dato’ Tahir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
koni, muay thai

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top