Syed Modi Championships: Kala Juara Bertahan Kenang Laga vs Jonatan

Pada 24 Oktober, pebulu tangkis tunggal putra India Sameer Verma menghadapi Jonatan Christie di babak 32 besar French Open 2018. Laga itu meninggalkan kenangan bagi Sameer.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 19 November 2018  |  23:52 WIB
Syed Modi Championships: Kala Juara Bertahan Kenang Laga vs Jonatan
Pebulu tangkis India Sameer Verma - UNI

Bisnis.com, JAKARTA Pada 24 Oktober, pebulu tangkis tunggal putra India Sameer Verma menghadapi Jonatan Christie di babak 32 besar French Open 2018.

Kesempatan menang di Paris sebenarnya cukup terbuka mengingat sepekan sebelumnya Sameer berhasil membekuk Jonatan alias Jojo di 16 besar Denmark Open 2018. Apesnya, kemenangan urung terulang karena Jojo membalas dendam dengan mengalahkan sang lawan 16-21, 21-17, dan 21-15.

Laga French Open 2018 yang dicatat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) berlangsung selama 61 menit itu ternyata membekas bagi Sameer. Dia menganggap pertandingan versus peraih medali emas Asian Games 2018 asal Indonesia tersebut sebagai salah satu laga paling sulit tahun ini.

“(Pertandingan melawan) Jonatan Christie di French Open adalah pertandingan berkualitas baik,” katanya sebagaimana dikutip dari situs Times of India, Senin (19/11/2019).

Selain melawan Jojo, pertandingan berkesan bagi Sameer selama 2018 adalah kala bersua Lee Dong-keun di Japan Open, Anders Antonsen di Korea Open, dan Kidambi Srikanth di Denmark Open. Melawan tiga pemain itu pun Sameer menderita kekalahan.

Saat ini Sameer menduduki peringkat 18 dunia dan peringkat 12 klasemen BWF World Tour Finals. Dia pun berambisi mendongkrak poin guna menembus jajaran Top 8 sebagai tiket mengikuti BWF World Tour Finals 2018 di Guangzhou, China, bulan depan.

Untuk itu, Syed Modi International Badminton Championships 2018 pada pekan ini menjadi kesempatan mendulang poin. Turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut menyediakan 7.000 poin bagi peraih juara di setiap nomor.

Di Syed Modi Championships, Sameer berstatus sebagai juara bertahan. Berbekal status unggulan ketiga, Sameer di atas kertas mampu menembus semifinal.

“Saya tidak memikirkan label juara bertahan sama sekali. Hal itu membawa banyak tekanan sehingga saya hanya ingin bermain dengan kemampuan terbaik,” tambahnya.

Syed Modi Championships tidak hanya menjadi asa pemain 24 tahun tersebut, tetapi juga bagi skuat bulu tangkis India sebagai tuan rumah. Di tunggal putra saja, India mengirimkan 12 pemain, termasuk Sameer, untuk mengisi slot 32 besar.

Nama-nama familiar seperti Kidambi Srikanth, H.S. Prannoy, dan Sai Praneeth mengisi barisan tim tuan rumah. Tiga pemain itu, ditambah Sameer, menempati unggulan pertama sampai keempat.

Pemain-pemain elit dari negara lain memang tidak banyak turun di Syed Modi. Indonesia, misalnya, hanya mengirimkan Firman Abdul Kholik, Panji Ahmad Maulana, dan Shesar Hiren Rhustavito.

Performa para pebulu tangkis India dalam rangkaian BWF World Tour tahun ini memang tidak semoncer 2017. Karena itu, Syed Modi Championships dapat menjadi pelampiasan untuk mengoleksi lebih banyak gelar tur dunia.

Sepanjang 2014-2017, India paling tidak berhasil mengamankan satu gelar di Syed Modi. Prestasi terbaik ditorehkan tahun lalu kala pemain tuan rumah kampiun di nomor tunggal putra, tunggal putri, dan ganda campuran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bulutangkis

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top