Deretan Pelari Nasional Bertarung di Borobudur Marathon

Sejumlah pelari nasional seperti Agus Prayogo, Jauhari Johan, Trianingsih, dan Erni Ulatningsih bakal meramaikan Borobudur Marathon yang digelar di kawasan objek wisata Candi Borobudur.
Newswire | 15 November 2018 07:23 WIB
Atlet lari Indonesia Agus Prayogo. - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, SEMARANG – Sejumlah pelari nasional seperti Agus Prayogo, Jauhari Johan, Trianingsih, dan Erni Ulatningsih bakal meramaikan Borobudur Marathon yang digelar di kawasan objek wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (18/11/2018).

"Para pelari elite nasional tersebut akan turun di masing-masing nomor yang dilombakan," kata salah seorang Panitia Lapangan Borobudur Marathon 2018, Sri Aswito Zainul, saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Rabu (14/11/2018).

Dia menjelaskan Agus Prayogo peraih medali emas nomor 10.000 meter Sea Games 2017 di Malaysia itu akan turun di nomor maraton bersama dengan juara Jakarta Marathon 2015, Asma Bara.

Jauhari Johan, juara half maraton di Bali Marathon 2015 di lomba kali ini lebih memilih di nomor lari 10 K dan akan bersaing bersama pelari Atjong Tio Purwanto dan Robby Sianturi yang merupakan juara pertama dan kedua pada nomor 10 K di Jakarta Marathon 2016.

Sementara itu, mantan atlet andalan Jawa Tengah Trianingsih dan Erni Ulatningsih akan bersaing di nomor lari 10K.

Trianingsih diketahui juara maraton putri di Jakarta Marathon 2015, sedangkan Erni Ulatningsih peraih emas maraton putri Malang Marathon 2012.

Ketika dihubungi terpisah, pelari senior Jateng Erni Ulatningsih mengaku tidak ada target khusus pada Borobudur Marathon tahun ini karena menyadari usianya yang tidak muda lagi yakni 38 tahun.

Dia mengungkapkan keikutsertaannya pada Borobudur Marathon tahun ini hanya memberikan motivasi bagi anak-anak asuhannya di Klub Lari Pandowo Salatiga, Jateng.

''Bagi saya masuk 10 besar saja sudah bagus, tanpa target apa pun, yang penting ikut saja. Saya ingin memberi motivasi bagi adik-adik saya, bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berlari,'' tuturnya.

Erni sengaja turun di nomor lari 10 K saja karena pada awal November 2018 baru saja mengikuti lomba lari pada TNI Marathon di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan menempati urutan kedelapan.

''Masa recovery tidak cukup untuk ikut maraton lagi dan sesuai dengan aturan, masa jeda untuk ikut maraton, minimal 3 bulan,'' ujarnya.

Terkait dengan persiapan penyelenggaraan Borobudur Marathon tahun ini, pihak panitia sudah melakukan berbagai persiapan teknik dan berkoordinasi dengan berbagai unsur yang lain.

Borobudur Maratin 2018 akan melombakan tiga nomor yaitu Full Marathon yang menempuh jarak 42,195 kilometer, Half Marathon 21 kilometer, dan 10 kilometer.

Sumber : Antara

Tag : borobudur, marathon
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top