Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Simak Skenario Pensiun Liliyana Natsir & 3 Legenda Ganda Campuran Dunia

Pebulutangkis putri spesialis ganda campuran asal Indonesia, Liliyana Natsir, berancang-ancang pensiun dari olahraga tepok bulu pada awal tahun depan.
Liliyana Natsir/Istimewa
Liliyana Natsir/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pebulutangkis putri spesialis ganda campuran asal Indonesia, Liliyana Natsir, berancang-ancang pensiun dari olahraga tepok bulu pada awal tahun depan.

Di sisa tahun ini, Liliyana dan Tontowi Ahmad masih didaftarkan ke turnamen Fuzhou China Open 2018. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan Tontowi/Liliyana ikut BWF World Tour Finals bila berhasil menembus delapan besar pemeringkatan BWF Word Tour.

Meski demikian, Liliyana atau Butet belum memberikan kepastian di turnamen mana laga perpisahannya digelar. Sejumlah pemberitaan menyebutkan bahwa Indonesia Masters 2019 pada Januari menjadi momen gantung raket bekas juara dunia tersebut.

Sejak merebut emas Olimpiade 2016 bersama Tontowi, Liliyana langsung mematok Asian Games 2018 sebagai momen pensiunnya. Emas pesta olahraga multicabang terbesar di Asia itu memang satu-satunya gelar mayor yang belum berhasil direbut Liliyana.

Jika benar laga terakhir Butet di Indonesia Masters 2019 maka perempuan berusia 33 tahun tersebut mengambil skenario pensiun berbeda dengan tiga legenda bulu tangkis ganda campuran dunia yang menjadi musuhnya dalam kurun 2004-2016.

Bukan di turnamen mayor, Butet memilih turnamen level menengah di negaranya sendiri sebagai laga penutup karir bulu tangkis.

Siapa saja tiga legenda yang sama-sama penyandang juara Olimpiade itu? 

GAO LING
Selain bermain di nomor ganda campuran, Gao Ling juga eksis di sektor ganda putri. Namun, prestasi tertinggi pemain asal China itu tercatat di nomor ganda campuran.

Bersama Zhang Jun, Gao Ling meraih medali emas Olimpiade 2000 dan Olimpiade 2004. Zhang/Gao juga menjadi juara IBF World Championships 2001.

Setelah berpisah dari Zhang, Gao kemudian dipasangkan dengan Zheng Bo. Tandem baru tersebut berhasil merebut medali emas Asian Games 2006 sebagai puncak prestasi.

Apesnya, Zheng/Gao gagal menjuarai BWF World Championships 2007 setelah ditaklukkan Nova Widianto/Liliyana Natsir di partai final. Nasib lebih tragis terjadi di Olimpiade 2008 karena pasangan itu gugur di babak 32 besar.

Olimpiade 2008 di Beijing menjadi penutup karir Gao di dunia bulu tangkis dalam usia 29 tahun.
 
LEE HYO JUNG
Lee merupakan salah satu pemain bersinar di paruh kedua dekade 2000-an. Bersama Lee Yong Dae, Lee memupus mimpi Nova/Liliyana di final Olimpiade 2008.

Lee dan pasangannya memang tidak terlalu dominan dalam turnamen-turnamen terbuka karena keduanya juga berkonsentrasi di nomor ganda putri dan ganda putra. Hoki Lee memang di turnamen mayor.

Setelah Olimpiade Beijing, Lee sukses merebut medali emas Asian Games 2010 di Guangzhou. Kali ini pasangannya bukan Lee Yong Dae, melainkan Shin Baek Cheol.

Merasa sudah puas dengan prestasi itu, Lee menjadikan laga final di Guangzhou sebagai pertandingan penutup karirnya di dunia bulu tangkis. Sama seperti Gao Ling, usia pensiun Lee relatif muda yakni 29 tahun.
 
ZHAO YUNLEI
Tidak terbantahkan lagi, Zhao Yunlei adalah musuh bebuyutan Liliyana Natsir, terutama semasa berpasangan dengan Tontowi Ahmad. Duet Zhao bersama Zhang Nan saling mengalahkan dengan Tontowi/Liliyana di turnamen biasa maupun kejuaraan multicabang.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mencatat kedua ganda campuran telah bersua sebanyak 20 kali dalam kurun 2010-2016. Hasilnya, Zhang/Zhao unggul dalam 13 pertandingan, sementara Tontowi/Liliyana hanya mampu menang tujuh kali.

Meski lebih sedikit, kemenangan Tontowi/Liliyana didapat a.l. di semifinal BWF World Championships 2013 dan Olimpiade 2016. Keberhasilan Tontowi/Liliyana menekuk Zhang/Zhao di semifinal membuahkan juara di dua kejuaraan mayor tersebut.

Bagi Zhao, kekalahan di babak empat besar Olimpiade 2016—kendati membuahi perunggu—terasa menyesakkan karena ternyata Rio de Janeiro menjadi tempat dia bertanding terakhir kali dalam usia 30 tahun.

Gagal di Rio, Zhao tetaplah seorang legenda ganda campuran dengan koleksi emas Olimpiade 2012, emas Asian Games 2010, dan tiga gelar juara dunia.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler