Prancis Terbuka: Greysia/Apriyani Kembali Terhalang Benteng Tebal Jepang?

Seakan tak ada habisnya, para pemain ganda putri Jepang silih berganti menjuarai berbagai turnamen bulu tangkis sepanjang tahun ini.
Samdysara Saragih | 25 Oktober 2018 02:16 WIB
ebulu tangkis Indonesia Greysia Polii-Apriyani Rahayu - Bisnis.com/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Seakan tak ada habisnya, para pemain ganda putri Jepang silih berganti menjuarai berbagai turnamen bulu tangkis sepanjang tahun ini.

Dari 20 turnamen BWF World Tour yang telah digelar pada 2018, sebanyak 14 gelar juara dibawa pulang oleh ganda putri Jepang. Indonesia dan Denmark kebagian dua gelar, sisanya satu gelar masing-masing diembat oleh China dan Thailand.

Sebagian gelar Jepang itu bahkan sudah dipastikan sejak pertandingan semifinal berakhir karena terjadi final satu negara. Salah satu contohnya adalah Denmark Open 2018 yang baru saja berakhir.

Lebih mengerikan lagi, seperti di Korea Open dan Chinese Taipei Open 2018, seluruh kuota semifinal ditempati oleh skuat Negeri Sakura. Artinya, gelar juara sudah dikunci 2 hari sebelum pertandingan final.

Dominasi ganda putri Jepang itu tergambarkan pula dalam peringkat dunia. Saat ini lima wakil Jepang mengisi Top 10 ganda putri dunia.

Mereka adalah Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (peringkat 1), Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (2), Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (5), Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (6), dan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata (10).

Alhasil, ganda putri negara lain harus menghadapi berlapis-lapis pemain Jepang bila ingin menapaki babak final atau juara. Berhasil lolos dari hadangan satu ganda putri Negeri Samurai maka sudah menunggu rekan senegara mereka di babak selanjutnya.

Kesulitan itu tampak terasa dialami oleh ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Sebagai pemain nomor empat dunia, wajar bila Greysia/Apriyani menapaki babak semifinal sebuah turnamen.

Untuk menuju babak empat besar itu sudah pasti satu atau dua pemain Jepang disingkirkan. Namun, di babak semifinal sudah menanti entah itu Yuki Fukushima/Sayaka Hirota atau Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.

Statistik menunjukkan dari World Championships 2018 hingga Denmark Open 2018, Greysia/Apriyani selalu melaju ke semifinal. Sayangnya, pasangan Pelatnas Cipayung itu tidak mampu menembus final karena di lima turnamen kalah terus dari jagoan Jepang.

Greysia/Apriyani pernah berhasil mengalahkan pemain Jepang sebelum World Championships yakni kala menjuarai Thailand Open 2018. Adapun, ketika menjadi kampiun di India Open 2018 pasangan itu tidak menghadapi satu pun wakil Negeri Matahari Terbit.

Pekan ini, Greysia/Apriyani mengikuti French Open 2018 di Paris, Prancis. Di babak 32 besar, keduanya tidak perlu berkeringat karena sang lawan Du Yue/Li Yinhui mengundurkan diri dari kompetisi.

Di atas kertas, Greysia/Apriyani berpeluang besar menapaki perempatfinal karena di babak 16 besar akan bersua pemain nonunggulan asal India, Meghana Jakkampudi/Poorvisha Ram.

Setelah itu barulah Gresyia/Apriyani siap-siap dengan skenario bertemu Jepang. Pemain unggulan enam Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto sudah menanti di perempafinal bila masing-masing pasangan mampu menyingkirkan lawannya di babak 16 besar.

Jika kemenangan didapat, Greysia/Apriyani yang berada di pul atas akan bersua pasangan nomor satu dunia Yuki Fukushima/Sayaka Hirota di semifinal. Sementara itu, di pul bawah ada peraih medali emas Olimpiade Rio Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi yang diskenariokan melangkah ke partai puncak.

Sebagai juara bertahan, mampukah French Open 2018 dijadikan Greysia/Apriyani ajang membalas dendam? Ataukah sebaliknya, barisan ganda putri Jepang tetap menjadi benteng tebal yang sulit ditembus?

Tag : bulutangkis
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top