Asian Para Games 2018: Kisah Syuci Indriani Tentang Koper Kakaknya

Asian Para Games 2018: Kisah Syuci Indriani Tentang Koper Kakaknya
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 12 Oktober 2018 23:59 WIB
Syuci Indriani - Bisnis.com/Faiza

Bisnis.com, JAKARTA - Syuci Indriani para inspirasi dari cabang olahraga para renang berhasil meraih medali emas untuk Indonesia sebanyak dua kali di Asian Para Games 2018.

Dua medali emas itu dia dapatkan dari dua nomor pertandingan yakni gaya dada 100M putri klasifikasi SB14 pada Selasa (10/10/2018) dan Malam ini (12/10/2018) di nomor gaya ganti 200M putri SM14.

Prestasi gadis berusia 17 tahun ini memang tidak main-main, namun siapa sangka torehan prestasinya yang gemilang bermula dari rasa irinya melihat koper-koper yang dimiliki sang Kakak, Syafril Syahputra.

Untuk diketahui, Syafril Syahputra merupakan kakak kandung Syuci Indriani yang juga merupakan atlet renang nasional dari Riau.

"Dulu aku sempat iri sama Abang [Syafril] sih. [Aku suka bertanya] 'Abang dapat kopernya banyak banget?', tapi makin lama malah aku yang dapat banyak koper lebih besar lagi," tutur Syuci sambil tersenyum sumringah saat ditemui di Mixed Zone Stadion Aquatik, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat malam (12/10/2018).

Asisten Pelatih Syuci, Dinda Ayu pun menceritakan 'koper' apa yang dimaksud oleh atlet binaannya tersebut.

"Jadi, kakaknya itu atlet biasa, dulu juga Syuci sempat menjadi altet biasa. Kakaknya itu pergi ke Pekan Olahraga Nasional [PON], prestasi [Kakak]-nya itu sampai ke PON mewakili Riau. Nah kakaknya itu sering ke luar kota [untuk bertanding]," tutur Dinda Ayu.

Dinda menjelaskan koper yang dimaksud oleh Syuci adalah koper kontingen yang sering dibawa sang kakak setelah pulang dari bertanding.

"Menurut ceritanya ke saya ya, dia ingin banget seperti kakaknya, lebih hebat dari kakaknya, karena dia sudah melihat keputusasaan di orang normal, karena dia kan satu angkatan sama Zahra [Azzahra Permatahani] dan satu klub sama Zahra yg kemarin [tanding] di Asian Games 2018," lanjut Dinda Ayu.

Melihat sang kakak yang membawa koper dengan isi jatah baju kontingen, Syuci pun termotivasi untuk menjadi seperti sang kakak dan punya 'koper' lebih banyak dari sang kakak.

Rupanya motivasi itu bukanlah ucapan jempol belaka terbukti selain unggul di Asia Tenggara ini Suci menjadi salah satu atlet para renang tercepat di Asia.

Dinda bahkan mengatakan atlet binaannya itu sempat menangis kepadanya dan mengatakan bahwa Allah SWT sangat baik kepadanya.

"Dia [Syuci pernah] ngomong [ke saya] semp£t nangis sama saya, dia ngomong 'Allah tuh baik ya kak sama saya, karena Syuci berdoa apa itu dikasih, Suci pengen apa dikasih' sekarang kopernya dia banyak, dapet jatah, dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, isinya pun banyak ada baju kontingennya itu ada delapan [di Asian Para Games 2018]," tandas Dinda sambil mengusap air matanya.

Syuci sendiri selain memberikan dua medali emas untuk Indonesia dia juga ikut menyumbang satu medali perak dan satu perunggu untuk kontingen Indonesia.

Tag : Asian Para Games
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top