Christianto Harsadi, Fotografer Disabilitas Perekam Fakta Asian Para Games 2018

Anto adalah penyandang tuna rungu. Meski menjadi penyandang disabilitas, karya fotografinya telah melanglang buana dan dilihat banyak mata.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 11 Oktober 2018 14:03 WIB
Christianto Harsadi merekam fakta di Asian Para Games 2018 - Bisnis/Nur Faizah

Bisnis.com, JAKARTA - Momen indah memang selayaknya diabadikan dalam sebuah karya visual. Demikian juga dengan ajang olahraga disabilitas terbesar se-Asia. Di Asian Para Games 2018 banyak sekali momen yang membanggakan dan indah untuk dikenang.

Pengarsipan dalam bentuk karya fotografi di antaranya dilakukan oleh Christianto Harsadi.

Anto, demikian sapaanya, adalah fotografer yang bergabung dengan tim field worker Divisi Media dan PR INAPGOC.

Dia mengabadikan berbagai momen di gelaran Asian Para Games. Semangatnya sangat menggebu saat ditemui di sela-sela pekerjaannya memotret.

Anto adalah penyandang tuna rungu. Meski menjadi penyandang disabilitas, karya fotografinya telah melanglang buana dan dilihat banyak mata.

Motivasi Anto membantu Asian Para Games 2018 sebagai fotografer muncul pada Februari.

"Saya menyadari makna disabilitas itu adalah seseorang yang melihat hambatan penyandang disabilitas dalam keterbatasan, bukan penyandang disabilitas yang menghambat mereka,” ungkap Anto.

Wakil Direktur Media dan PR INAPGOC Tina Talisa menyebutkan bahwa keterlibatan Anto dan rekan-rekannya adalah bagian dari upaya pelibatan komunitas disabilitas di berbagai peran.

"Kami memang melibatkan teman-teman disabilitas dengan berbagai latar belakang. Seperti Mas Anto memiliki keterampilan di bidang fotografi. Ada juga disabilitas netra yang membantu transkrip dari audio menjadi teks di divisi kami," ujar Tina.

Anto melihat visi Asian Para Games bahwa untuk memperoleh kesetaraan tidak harus dengan orang nondisabilitas saja, tetapi sesama disabilitas.

“Maksudnya fotografer difabel memotret atlet difabel itu baru setara karena sama-sama berjuang menembus batas. Saya melaksanakan misi yang sama seperti visi saya menjadi fotografer profesional dan mengajar fotografi teman-teman disabilitas Indonesia dalam rangka bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean,” ujarnya.

Keterlibatan Anto dalam bidang fotografi dimulai ketertarikannya pada dunia visual. Anto banyak belajar soal fotografi lewat buku maupun kelas khusus. Kini Anto mampu mendirikan kelas khusus untuk belajar fotografi. Kelas ini berdiri dan membagikan ilmu sejak 5 tahun lalu. Kelas tersebut dinamai Cinnamon Equal Photography.

Anto diberi kesempatan untuk mengabadikan momen di berbagai cabang olahraga Asian Para Games. Ia berpindah dari satu venue ke  venue lain sejak pagi hingga petang. Sejauh ini, menurut Anto, ada dua cabang olahraga yang paling berkesan untuk dipotret.

“Pertama itu renang. Kemudian voli duduk, juga sangat bagus,” jelasnya.

Anto berharap teman-teman penyandang disabilitas lain mampu memberikan semangat juga.

“Teman-teman disabilitas lain harus bisa lebih percaya diri. Percayalah bahwa diri kalian itu keren dan kita semua bersaudara,” tutup Anto.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top