Timnas Wheelchair Basketball Putra Indonesia Janji All Out di Partai Pamungkas

Timnas Wheelchair Basketball Putra Indonesia menyisakan satu pertandingan di penyisihan Pool A. Dan lawannya adalah Tim Irak!
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 10 Oktober 2018 17:28 WIB
Pekerja menyelesaikan pemasangan tulisan Indonesia 2018 Asian Para Games di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Timnas Wheelchair Basketball Putra Indonesia menyisakan satu pertandingan di penyisihan Pool A. Dan lawannya adalah Tim Irak!

Pertandingan partai pamungkas mereka akan digelar di Hall Basket GBK Senayan, Jakarta Pusat, pukul 13.30 WIB, Kamis (11/10/2018).

Pada pertandingan pamungkas ini, Asisten Pelatih Timnas Wheelchair Basketball Putra Indonesia, Nuruz Zaman meminta para pemain all out.

Mereka tidak boleh tampil kurang greget lagi seperti saat kalah 62-10 dari Thailand, Rabu (10/10/2018).

Nuruz menuturkan dirinya berharap para pemain bisa bermain lebih baik daripada saat mereka melawan Iran dan China.

Apalagi, dikatakan Nuruz permainan tadi merupakan kali ketiga tim asuhannya melawan Thailand. Pertemuan pertama terjadi di Kualifikasi Asian Para Games pada Maret 2018. Saat itu mereka kalah 82-17. Kedua, mereka pernah bertemu di invitation tournament dan Indonesia kalah 60-12.

"Tapi pemain kurang semangat saat melawan Thailand. Mereka kelelahan. Saya melihat beberapa pemain juga tidak disiplin memanfaatkan waktu istirahat. Ini kelihatan pas pagi masuk lapangan, kurang bergairah, tidak seperti saat melawan Iran atau China. Meski kalah dari Iran atau China, tapi pemain bisa mengeluarkan semangat perlawanan yang luar biasa dan itu tampak dari mau masuk lapangan," ucap Nuruz dalam keterangan resmi Asian Para Games 2018, Rabu (10/10/2018).

Besok saat melawan Irak, Nuruz berharap tim binaannya tersebut mau mengakhiri kiprah di Asian Para Games 2018 dengan memberikan kebahagiaan setelah kalah tiga kali.

Baik untuk pemain sendiri ataupun untuk penonton. Sebab, setiap perjuangan Donald Santoso dan kawan-kawan mendapatkan perhatian banyak penonton.

Mereka tidak sekadar masuk membeli tiket, tapi juga dukungan dengan menyanyikan yel-yel sebagai penambah semangat pemain sepanjang pertandingan.

"Kami berusaha main maksimal karena ditonton ratusan orang dan mereka mensupport juga. Kami akan berusaha yang terbaik tapi jika untuk berikan kemenangan, kami tidak janji," tutur Nuruz.

Nuruz punya alasan sendiri kenapa tidak berani janjikan kemenangan. Secara kualitas permainan tim Indonesia masih di bawah Irak. Belum lagi postur tubuh. Pemain Irak lebih tinggi dan lebih besar. Pertandingan ini akan mengingatkan kesulitan pemain Indonesia saat mengantisipasi keunggulan postur tubuh saat melawan Iran.

Kala itu, pemain Iran dengan leluasa melakukan umpan karena memiliki tangan lebih panjang dan postur lebih tinggi. Meski sama-sama duduk di atas kursi roda. Melawan Iran, Indonesia kalah 117-17.

"Pemain Irak juga memiliki keunggulan yang sama dengan Iran. Kami sudah siapkan strategi untuk meredam keunggulan postur tubuh dan power pemain Irak. Kami akan berusaha menahan pemain Irak agar tidak mudah masuk dan berada di bawah ring. Pemain harus jaga zona pertahanan di zona three point saat ditekan," tandasnya.

Tag : Asian Para Games
Editor : Andhika Anggoro Wening
Top